Penadah Lintas Daerah Digelandang Tim Opsnal Polres Lotim

BARANG BUKTI YANG BERHASIL DIAMANKAN PETUGAS

Montong Gading – Perburuan Tim Opsnal Polres Lombok Timur terhadap Pelakuk  Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), menuai hasil, tidak tanggung – tanggung, kali ini Tim Opsnal Polres Lotim berhasil meringkus pelaku yang sekaligus berprofesi sebagai penadah (20/5/17).

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap meresahkan masyarakat tak lepas dari keberadaan para penadah yang siap menampung hasil curian. Karenanya, para penadah juga menjadi target yang harus dihentikan oleh aparat kepolisian. Upaya Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur dalam memberantas atau setidaknya mengurangi pelaku tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor menuai hasil dengan ditangkapnya salah seorang penadah lintas daerah pada Sabtu (20/5) kemarin.

Disampaikan Kapolres melalui Kasubbag Humas Lombok Timur, IPTU I Made Tista bahwa penyisiran yang dilakukan tim gabungan Buser Sat reskrim dan Unit Kam Sat Intel Polres Lombok Timur telah berhasil menangkap 1 orang yang diduga sebagai pelaku sekaligus sebagai penadah kendaraan bermotor hasil curian yang terjadi di beberapa TKP di wilayah Lombok Timur, Lombok Tengah dan Mataram.

Seorang yang diduga sebagai pelaku dan juga penadah hasil curanmor itu berinisial MT (27 tahun) warga Dsn Lekong Gunung Desa Lendang Belo Kecamatan Montong Gading. Karena pada saat dilakukan pengembangan kasus, MT memberontak berusaha melepaskan diri dari aparat. Maka tak ayal, polisi menghadiahinya timah panas yang menyasar kaki.

MT biasanya membeli dan menampung kendaraan bermotor hasil curian dari rekannya yang berinisial AS yang berada di Lombok Tengah. Selanjutnya, pelaku menjual kembali kendaraan tersebut ke daerah Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat hingga Dompu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan aparat berupa 7 unit sepeda motor berbagai merek yang salah satu di antaranya, yakni Suzuki Next hitam, teridentifikasi sebagai hasil curian yang terjadi di Janapria, Lombok Tengah, yang telah dilaporkan pemiliknya September tahun lalu.

Menurut pengakuan pelaku yang saat ini sudah mendekam di tahanan Mapolres Lombok Timur bahwa, pelaku sudah menjual sebanyak 17 unit kendaraan hasil curian yang semuanya didapatkan dari rekannya AS yang berasal dari Lombok Tengah. Namun, yang berhasil diamankan polisi saat ini, baru 7 unit.(yief).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close