Kapolda NTB Sampaikan, PTDH Bripka Yohantoro Cukup Jadi yang Terakhir

Upacara PTDH Bripka Yohantoro Arif di Lap Gajahmada.

Mataram – Disampaikan Kapolda NTB  Brigadir Jenderal Polisi Drs. Firli, M.Si, bahwa dirinya sangat berharap terhadap PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) Bripka Yohantoro yang terlibat kasus narkoba, cukup menjadi pelajaran dan terkahir kalinya di Polda NTB.

“Saya minta itu anggota terakhir yang di PTDH,” ungkap Kapolda NTB, Senin (22/5) di lapangan Gajah Mada Polda NTB.

Menurut Kapolda NTB, ketegasan yang ia ambil terkait penyelewengan tugas dan wewenang polri, harus ia lakukan agar kedepan Polri menjadi lebih baik.

“Saya harus tegas, undang-undang harus tegas, Kapolri sudah berulang-ulang kali mengatakan tentang penindakan terhadap narkoba,” pungkasnya.

Diceritakan Brigadir Jenderal Drs. Firli, M.Si, Bripka Yohantoro tertangkap pada 4 mei 2017 lalu, dimana sebelumnya bripka juga pernah terlibat dengan kasus yang sama dan sudah ada satu tahun masuk penjara, karena tidak di PTDH yang bersangkutan kembali menjadi polisi.

“Yang bersangkutan sekarang berulang lagi dengan barang bukti yang lebih meningkat dengan barang bukti 19.01 gram narkoba jenis sabu dan ini sedang berproses, uang 6.700.000 dan ada timbangan, pasti ada jualan, berarti jelas, walaupun nanti akan dibuktikan di pengadilan,” paparnya.

Kemudian iapun berharap, dalam kesempatan upacara hari kebangkitan bangsa, setiap personil polri dan pnsnya sekali-kali jangan sampai terlibat untuk urusan tindak pidana apapun, karena konsekuensi yang diterima tegas ada pada aturan yang berlaku.

“Tolong, seluruh anggota polri, pns polri tidak terlibat dan melibatkan diri dalam hal tindak pidana narkoba dan tindak pidana yang lain, karena aturan-aturannya sudah sangat jelas, dan kita tunduk terhadap aturan tersebut,” imbuhnya. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close