Tingkatkan Hubungan Yang Harmonis Dengan Masyarakat Melalui Gerakan Empati Seribu Rupiah Polda NTB

Mataram – Direktorat Sabhara Polda NTB Subdit Dalmas

“Seribu rupiah tidak ada artinya. Tapi begitu kita kumpulkan, sangat besar arti dan manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan”. inilah salah satu program yang dilakukan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, program yang dinamakan “Gerakan Empati Seribu Rupiah Polda NTB” ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, program ini merupakan salah satu bentuk implementasi Revolusi Mental Polri yang bertujuan untuk merubah paradigma Polri yang lama dan menciptakan anggota Polri yang Humanis, yang ramah dan selalu berada ditengah-tengah masyarakat. Sehingga dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara Polri dengan masyarakat.

 

(Anggota Dalmas Polda NTB menyambangi pemukiman warga masyarakat guna meningkatkan Kamtibmas)

Jum’at (19/05/2017) Anggota Direktorat Sabhara Polda NTB Subdit Dalmas pleton 2 kompi 2 melaksanakan patroli dialogis ke beberapa daerah rawan dan pemukiman warga, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan, dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat. Selain melaksanakan patroli yang bertujuan untuk meningkatkan kamtibmas, anggota patroli dalmas Polda NTB juga membawa bingkisan sembako guna menjalankan program Gerakan Empati seribu rupiah Polda NTB. Program ini merupakan salah satu terobosan yang mendukung program QuickWins Polri No.6 yakni Revolusi Mental.

 

(Anggota Dalmas Polda NTB memberikan Empati kepada Papuq Su’eb, 68 tahun)

Pukul 01.35 Wita. Usai menyambangi pemukiman warga, anggota patroli Dalmas Polda NTB Pleton 2 Kompi 2 menjumpai seorang kakek yang sedang memulung sampah di pinggir jalan. Dan dengan sigapnya, anggota langsung turun dari kendaraan patroli dan menghampiri kakek tersebut, kemudian memberikan empati berupa bingkisan sembako. Kakek yang bernama Papuq Su’eb ini berusia 68 tahun, alamat Jempong-Mataram, Beliau tinggal seorang diri dikarenakan istri dan anaknya sudah meninggal dunia. dan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya Papuq su’eb bekerja sehari-hari sebagai pemulung sampah. Semoga empati yang diberikan ini dapat meringankan beban hidup Papuq su’eb.

Diharapkan dengan terus berjalannya program Gerakan Empati Seribu Rupiah Polda NTB ini dapat membuka hati dan kesadaran setiap orang untuk saling membantu, sehingga dapat terciptanya hubungan yang harmonis baik antara Polri dengan masyarakat, maupun antara warga masyarakat dengan warga masyarakat lainnya.

[R.D]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close