Hari Kebangkitan Nasional Ke – 109 ; NKRI Harga Mati

PERSONEL POLRES LOTIM SAAT MENGIKUTI UPACARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Selong – Hari Kebangkitan Nasional merupakan momen yang sangat tepat untuk meningkatkan Semangat  Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke109 tahun ini Polres Lombok Timur menggelar Uapcara di Lapangan Polres Lotim (20/5/17), dipimpin langsung Kapolres Lotim AKBP Wingky Adhityo Kusumo S.I.K., MH dan diikuti oleh Seluruh Perwira, Satu Peleton Brimob Subden 2 Den B Labuhan Haji, Dua Peleton Dalmas SatSabhara Polres Lotim, Satu Peleton Gabunga Staf, Satu Peleton Gabungan Polsek, Satu Peleton Gabungan Res Intel, Satu Peleton Polwan dan Satu Peleton ASN Polres Lombok Timur.

Dalam Amanatnya Kapolres Lotim membacakan Amanat dari Mentri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang isinya; salah satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya boedi utomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul inilah semangat Kebangsaan Nasional dimulai.

PAMEN DAN PAMA POLRES LOTIM

Sejak diproklamirkannya kemerdekaan, kita bangsa indonesia telah berjanji dan berketepatan hati bahwa negara kesatuan republik indonesia (NKRI) ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi dan keadaan apapun NKRI adalah Negara Demokrasi yang berlandaskan Ideologi Pancasila, yang menjungjung tinggi nilai-nilai Agama dan Adat istiadat yang hidup di tengah Masyarakat. wilayah NKRI terbentang luas dari sabang hingg merauke, terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk sebesar 254,9 juta jiwa dengan 1.331 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dengan garis pantai sepanjang 99.093 km persegi. menjadi kewajiban seluruh komponen Bangsa Indonesia secara Konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya nkri dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara yang mengusung tema tema “mengukir makna kebangkitan nasional dengan mewujudkan indonesia yang bekerja nyata, mandiri dan berkarakter” cukup menggugah Peserta Upacara untuk tetap menjaga Kesatuan NKRI. (yief).

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close