“Yayasan Bantu Indonesia” Solusi Bhabinkamtibmas Sengkol Bantu Warga Gaet Pekerjaan Di Sektor Pariwisata

Suasana Belajar mengajar Berbahasa Asing dengan BRIPKA Wirahadi dan Bruce (17/05)

Praya – Kamis (18/05), merasa dirinya harus mempunyai peranan lebih karena ditempatkan di desa yang mempunyai kawasan wisata bhabinkamtibmas desa Sengkol BRIPKA Wirahadi harus memutar otak untuk membuat suatu kemajuan bagi desa binaannya. Polemik yang sangat ironi bilamana proyek pariwisata di Desa tempat ia bertugas hanya diisi oleh sebagian kecil saja dari warganya khususnya dibidang perhotelan.

“saya sering sekali melakukan penggalangan untuk warga desa di berbagai hotel di sekitar desanya tapi hasilnya nihil. Salah satu alasannya adalah tidak adanya skill untuk berkomunikasi dengan Bahasa Asing,” kata BRIPKA Wirahadi.

Hingga pertemuannya dengan Bruce Benjamin (46) yang merupakan pendiri dari yayasan Sukarela yang bernama Yasasan Bantu Indonesia (YBI) menemukan titik cerah untuk selangkah untuk mencapai kesejahteraan Masyarakat binaannya.

YBI hadir untuk membantu masyarakat untuk pandai dalam berbahasa asing bukan hanya bahasa inggris namun juga bahasa lainnya. Sesekali, Pengajarnya pun diisi oleh beberapa turis asing langsung untuk melakukan praktik.

Dari pihak YBI ini sendiri tidak membatasi umur minimal untuk mengikuti pembelajaran. “All Age are Accepted”. Namun penyesuaian tetap dilakukan dengan mengelompokkan para peserta didiknya karena memang tujuan para peserta didik beragam ada yang memang ingin menggaet pekerjaan ada juga bertujuan untuk menunjang kemampuan berbahasa di sekolah.

Saat ini yang masih dikeluhkan oleh BRIPKA Wirahadi dan Bruce sendiri sebagai founder Yayasan Bantu Indonesia ini adalah sarana tempat dan keterbatasan dana untuk menunjang prasarana yang lain. Serta masih minimnya minat para pemuda-pemuda yang masih mementingkan nongkrong dan nganggur ketimbang datang untuk belajar.

“saat ini kami masih menggunakan kediaman Bruce beserta istrinya sebagai tempat proses belajar mengajar, kami sangat memerlukan bantuan dari pemerintah setempat. Karena ini bukan untuk kami tapi untuk kepentingan masyarakat kedepannya,” Kata Wirahadi.

Ia juga mengusahakan untuk mendapat hati para pemuda dengan sedikit promosi ketika melakukan patroli dialogis dengan para anak muda yang sedang nongkrong-nongkrong di jalan. Tidak banyak yang menerima tawarannya, tapi hal itu yang mambuatnya tetap berusaha. Memang membujuk manusia dalam melakukan hal yang positif tidak semudah menjerumuskan kepada hal yang negatif.

 

Penulis & Publish : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close