Hasil Operasi Pekat, Polda NTB Ungkap 213 Kasus Miras

barang bukti yang diamankan petugas

Mataram – Peredaran minuman keras (miras) di lingkungan wilayah hukum Polda NTB masih dalam skala tinggi. Selama Operasi Pekat berlangsung, Polda NTB berhasil mengungkap 213 kasus miras. Hal ini mengalami peningkatan dari tahun 2016 yang hanya mengungkap 202 kasus.

Dijelaskan oleh Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan Anwar, Selasa (16/5) diruang kerjanya kepada media bahwa tidak hanya minuman keras, namun ditemukan juga kasus lainnya selama Operasi Pekat yang berhasil diungkap polisi diantaranya judi dan prostitusi.

“Untuk kasus judi, polisi berhasil menangkap 135 tersangka dari 75 kasus. Sementara untuk prostitusi, polisi berhasil mengungkap 13 kasus dengan 15 tersangka,” ujarnya.

Pada tahun ini, kasus prostitusi mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Di 2016, polisi hanya bisa mengungkap 6 kasus saja.

”Untuk kasus prostitusi, hanya satu saja yang mengarah pada dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Namun, untuk kasus TPPO, penyidik terus melengkapi berkas perkaranya. TPPO yang dimaksud merupakan pengungkapan kasus aktivitas bisnis prostitusi berkedok pemandu lagu di Kafe di kawasan Senggigi, Lombok Barat.” tambah Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan Anwar.

Penyebab kenaikan jumlah kasus minuman keras di wilayah hukum Polda NTB masih ada keterkaitan dengan kurangnya peran aktif dari pemerintah daerah.

“Dibutuhkan sinergisitas dengan pemerintah daerah. Sebab, kasus tersebut tidak bisa hanya dihadapi melalui cara penindakan. Pemerintah daerah perlu mengeluarkan regulasi terkait pembinaan terhadap penjual minuman keras,” tutupnya. (yos/cle)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close