Hindari Komplain, Penyidik Polri Diawasi Berbagai Pihak

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Kombes Pol Anom Wibowo, Sik.,M.Si.

Mataram – Untuk menghindari komplain, berbagai pihak seperti media massa, LSM dan pemerintah diperlukan sebagai pengawas penyidik Polri. Hal ini disampaikan  Kombes Pol Anom Wibowo, Sik.,M.Si. Jumat (12/5) di Lapangan Gajahmada Polda NTB.

Selain itu, ditambahkannya bahkan pelapor juga diharapkan mengawasi kinerja Penyidik terutama bila laporannya ditangani tidak sesuai ketentuan diantaranya terkait terhentinya kasus atau kerterlambat penanganan dan lainnya.

“Kasus yang menonjol dan yang menjadi sorotan masyarakat saat ini adalah diantaranya terkait kinerja penyidik di bidang IT atau tindak pidana cyber crime dan yang sedang ditangani oleh Polda NTB dan Polres Mataram” ungkapnya.

Namun ditambahkannya ada indikasi peristiwa tindak pidana cyber crime menjadi sorotan masyarakat karena aktifnya media sosial yang digalang masyarakat itu sendiri.

Terkait kasus yang sedang ditangani saat ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB ini, menyampaikan bahwa sampai saat ini pihak Kepolisian  telah melakukan gelar perkara dan Supervisi Polri dengan melibatkan berbagai instansi pengawasan baik dari dalam maupun dari luar Polri.

“peningkatan pengawasan internal juga secara optimal  dari berbagai pihak, diantaranya, atasan penyidik untuk mengontrol juga termasuk Satker terkait: Propam, Itwasda, Bidkum dan pelapor serta terlapor” Harapnya.

Diakuinya beban tanggung jawab penyidik sangat berat, Anom menghimbau agar jajaran Reskrimsus dan komunitas Reskrim lainnya untuk tidak main-main dalam menyidik suatu perkara.

“Satker terkait agar berikan masukan pada penyidik, dan untuk setiap perkara agar dilaporkan pada atasan penyidik untuk dilakukan penanganan dengan paradigma hukum serta pola pikir hukum yang sama” ungkapnya

Banyaknya tantangan penyidikan berpotensi pada komplain masyarakat. “Oleh karena itu, untuk menghadapi komplain diperlukan soliditas dan pentingnya wadah gelar perkara sebagai pisau untuk membedah suatu perkara, seperti yang diharapkan hukum” tutupnya. (mr.jo*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close