Bersama Meningkatkan Kesadaran Kamseltibcar Melalui Operasi “Patuh Gatarin-2017”

Karo Ops dan Dir Lantas Polda NTB Beserta Peserta Lat Pra Ops Patuh Gatarin-2017 Tanggal 8-5-2017

 

 

Mataram-Keselamatan berlalu lintas di jalan raya dan tingkat kepatuhan masyarakat NTB pada pada khususnya terhadap hukum dan perundang-undangan lalu lintas sangat memperihatinkan hal ini apabila tidak dilakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan tingkat keselamatan dan peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, maka akan menimbulkan kerugian bukan saja korban jiwa, namun juga akan menimbulkan kerugian di bidang ekonomi, dari salah satu nawa Presiden RI dijabarkan dalam delapan program Quick Wins yang menjadi tugas unggulan pada Polri, dimana Korlantas Polri menjabarkan poin ke enam yaitu salah satunya adalah polisi sebagai penggerak revolusi mental, berawal dari itu Biro Ops Polda NTB dan beberapa Satker terkait dan gabungan dari instnsi lain, yaitu instansi Dishub provinsi, TNI AD, mengadakan lat pra ops dengan konsep operasi kepolisian terpusat “Patuh Gatarin-2017” secara profesional, bermoral dan humanis” yang rencananya dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 9 Mei 2017 s/d 22 Mei 2017 dengan mengedepankan fungsi lalu lintas, dengan tujuan terciptanya situasi lantas yang aman, tertib, dan lancar pada lokasi rawan kecelakaan, rawan pelanggaran dan rawan kemacetan serta meningkatnya ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, kegiatan tersebut dilksanakan hari senen 8/5 pukul 08.00. Wita di gedung hanggar Polda NTB.

Peserta Lat Pra Ops Patuh Gatarin-2017 Bersma Instansi Terkait

 

 

 

Target dari Operasi yang dilaksanakan selama 14 hari ini, anatara lain:

  1. Masyarakat teroganisir mengendarai kendaraan secara berkelompok.
  2. Para pelajar dan mahasiswa yang tidak memiliki SIM atau melakukan pelanggaran lantas.
  3. Para pengendara kendaraan yang menggunakan HP pada saat mengemudi.
  4. Para pedagang asongan dan pengamen jalanan yang mengganggu kelancaran masyarakat berlalu lintas.
  5. Oknum aparat Polri dan TNI yang melakukan pelanggaran lantas.

Menurut Karo Ops Polda NTB (Kombes Pol. Drs. Dewa Putu Maningka Jaya) dalam kegiatan dimaksud menyampaikan demi lancarnya kegiatan operasi yang akan kita gelar bersama diharapkan kepada kita semua terutama fungsi yang di kedepankan, dalam hal ini dari satuan lalu lintas agar tetap mengawasi pengendara kendaraan yang melawan arus lalin dan penerobotan lampu merah karena hal ini penebab atau pemicu terjadinya laka lantas.

Karo Ops menambahkan kalo kita lihat pada data pelanggaran lalu lintas di tahun 2016 terutama dalam tilang atau pengandara tidak bisa menunjukan SIM atau indentitas lainnya, pada saat kena razia telah terjadi kenaikan jumlah sampai 10% jika dibandingkan dengan angka pelanggran di tahun 2015, itu artinya angka pelanggaran atau ketidak sadaran masyarakat masih tergolong lemah dalam berlalu lintas.

Meskipun operasi ini lebih mengedapankan pada  target pelanggara lalin, namun pada saat kita melakukan penindakan, kita tetap simpatik  dan selektif perioritas dengan bersikap senyum sapa dan salam, hal ini dapat memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat, meskipun ia melakukan pelanggaran tambhnya. (Yar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close