AKP Herman SH ; Kami Hadir Disini Untuk Anda Semua

     

SAT LANTAS POLRES LOTIM MELAKUKAN PENGAWALAN

 

Selong  – beberap organisasi mahasiswa dari berbagai kampus memperingati Hari Pendidikan Nasional,dengan menggelar aksi unjuk rasa yang terpusat di kantor DPRD Kab. Lotim Selasa (2/5/2017).

Untuk mengamankan Aksi unjuk Rasa dalam rangka memperingati hari pendidikan Nasional, Pihak Kepolisian Resor Lombok Timur terjunkan Ratusan Personel, Kapolres Lombok Timur AKBP Wingky Adhityo, S.I.K., MH., selaku Pimpinan tertinggi di Polres Lotim terjun langsung ke lapangan guna mengawasi jalannya pengamanan unjuk rasa dimaksud.

Kegiatan Aksi unjuk Rasa Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa  Perguruan Tinggi Swasta tersebut terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGR Anjani, BEM Universitas Hamzanwadi Pancor dan BEM IAIH Pancor, mengawali Aksi Unjuk rasa (unras) dengan cara longmarch dari depan kampus Universitas Hamzanwadi Pancor sambil menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa dan selanjutnya  melakukan Orasi di simpang 4 BRI Cabang Selong pkl 09.30 wita.

KAPOLRES LOTIM SAAT MEMANTAU JALANNYA AKSI UNJUK RASA

Usai melakukan Orasi di S4 BRI Cabang Selong, Masa Aksi bertolak ke Kantor DPRD (dewan perwakilan rakyat) Kabupaten Lombok Timur, untuk menyamaikan Aspirasi yang dirasa perlu untuk ditindak lanjuti oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, keinginan para pengunjuk rasa yang ingi menyampaikan Aspirasinya secara langsung kepada Anggota Dewan dipenuhi Pihak Kepolisian Resor Lombok Timur yang kala itu difasilitasi oleh Kasat Intelkam Polres Lotim dengan mengizinkan Empat perwakilan dari masa aksi untuk bertemu dengan Sekwan (sekertaris dewan) di Ruangan Rapat dua.

Masa Aksi yang diwakili oleh coordinator umum (kordum) Syamsul Hadi dan koordinator lapangan (korlap) Yasin yang mengikut sertakan dua orang masa aksinya menyampaikan beberapa aspirasinya antara lain;

  • Bebaskan Kabupaten Lombok Timur ini dari mafia pendidikan, anggaran pedidikan jumlah dan peruntukannya sudah jelas tapi masih ada tumpang tindih dalam penyaluran dana oleh dinas dikbud;
  • Kami meminta kepada dewan bahwa pemerintah harus bersinergi dengan instansi instansi lainnya;
  • Pengawasan harus dilakukan oleh dewan terhadap pendidikan di Kabupaten Lombok Timur;
  • Masalah tenaga pendidik dalam hal ini guru,masih banyak kami temukan menggunakan kekerasan.
AKP HERMAN SAAT MEMBERIKAN HIMBAUAN KEPADA KEPADA MASSA AKSI

Penyampaian Aspirasi yang disampaikan oleh berjalan Kondusip dan aman, namun dipenghujung Mediasi yang dilakukan antara Badan Eksekutif Mahasiswa  Perguruan Tinggi Swasta dengang Sekwan Kab. Lotim, Masa Aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lotim. Yang baru saja bertolak dari kantor Departemen Agama sejumlah 32 orang tiba – tiba ingin masuk menemui Anggota Dewan Perwakilan Rakyat namun pihak kepolisian berusaha menghalau masa aksi yang ingin masuk ke kantor dewan, dikarenakan perwakilan dari masa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa  Perguruan Tinggi Swasta sedang menyampaikan Aspirasinya di ruang rapat 2, namun masa aksi tetap memaksa pihak kepolisian untuk mengizinkan masuk ke dalam, AKP Herman SH, selaku Padal (perwira pengendali lapangan) berusaha memberikan pengertian dan menjamin keinginannya untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung, akan dipenuhi namun pertemuan tersebut akan dipasilitasi usai pertemuan anggota Dewan denga masa aksi yang sebelumnya datang dengan tujuan yang sama kepada masa aksi dari PMII, namun penyampaian yang dilontarkan AKP Herman SH  tidak diindahkan seraya berteriak menyampaikan orasinya sambil berusaha menerobos pintu gerbang yang dijaga oleh Peleton Dalmas 2 Satuan Sabhara Polres Lombok Timur. Seiring dengan terik matahari yang sudah mulai menyengat, situasipun berubah yang tadinya sekedar menyampaikan orasi, situasi berubah aksi dorong mendorongpunpun terjadi antara Masa aksi yang memaksa masuk dengan pihak Kepolisian.

Tidak berlangsung lama aksi dorong – mendorong antara para Demontrasi dengan yang ingin menerobos masuk dengan pihak kepolisian sontak terhenti ketika dilakukan penggalangan oleh Kasat Intelkam dan diwaktu yang bersamaan perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa  Perguruan Tinggi Swasta keluar dari Ruang rapat dua DPRD Kab. Lotim.

Usai menampung Aspirasi dari BEM PTS, Sekretaris Dewan DPRD kab. lotim Kaharudin. selanjutnya menemui perwakilan mahasiswa dari PMII dan menyampaikan bahwa ; saat ini seluruh anggota DPRD kab. lotim tidak berada di tempat karena sedang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dan perwakilan mahasiswa diminta bersurat kembali utk kemudian akan dijadwal ulang yang nantinya seluruh pihak terkait akan dipanggil utk duduk bersama membahas permasalahan yg disampaikan oleh klompok mahasiswa.

Dalam pertemuanya denga Sekertaris Dewan mahasiswa yang tergabung dalam PMII menyampaikan beberapa tuntutannya antara ain : Tuntutan massa aksi kelompok PMII cabang Lotim (tertuang dlm selebaran aksi):

  1. Tuntaskan Dasa karya darma Bapak Bupati Lombok Timur;
  2. Tingkatkan mutu guru selaku ujung tombak pendidikan yang ada di Lombok Timur;.
  3. Perjelas kinerja Dikbud dalam mengawal BSM;
  4. Anggaran bantuan biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu agar diselesaikan serta dicairkan sesuai dengan peruntukannya.

Usai penyampaian Aspirasi Selanjutnya massa aksi membentuk lingkaran di depan pintu gerbang kantor DPRD Kab. Lotim dan perwakilan massa aksi menyampaikan orasi  serta meminta maaf kpd pihak kepolisian atas kesalah pahaman yang sempat terjadi hingga terjadi insiden dorong mendorong antara pihak Kepolisian dengan mahasiswa yang melakukan Demonstrasi.

AKP Herman SH selaku Perwira pengendali juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalah pahaman yang sempat terjadi. Dipenghujung permohonan maafnya AKP Herman juga menyampaikan  bahwa “Kami Hadir Disini Untuk Anda Semua” kami tidak berpihak kepada siapa – siapa, Polri hanya berpihak kepada kebenaran,  tugas pokok kami adalah sebagai pelindung, pengayom dan pelayan Masyarakat, kami tidak menyalahkan anda semua untuk melakukan unjuk rasa, itu hak anda sebagai warga negara dan itu semua dilindungi Undang – undang hanya saja setiap rangkaian dan tahapan – tahapanya ada aturan hukum yg juga harus ditaati oleh kelompok massa aksi, mendengar maklumat dari Perwira pengendali situasi yang tadinya sempat tegang, cair kembali dan pukul 11.50 wita masa aksi membubarkan diri dengan tertib yang ditandai dengan jabatan tangan antara masa aksi dengan Pihak Kepolisian yang sedang melaksanakan tugas pengamanan aksi unjuk rasa. (yief).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close