Sabhara Polda NTB Rangkul Seluruh Lapisan Masyarakat dalam Menciptakan Kamtibmas yang Ideal

 


Mataram – Hari ini (02/05) anggota ton 3/1 direktorat Sabhara Polda NTB melaksanakan patroli rutin guna memberikan keamanan dan ketertiban kepada masyarakat khususnya di wilayah kota Mataram dan sekitarnya. Kegiatan patroli ini dilaksanakan untuk mendukung program Quick Wins Polri dalam mencegah aksi 3C dan preman & premanisme serta menjadikan polri sebagai penggerak revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik.


Mengawali patroli pagi menjelang siang ini, anggota mengunjungi Pasar Narmada, Lombok Barat. Sesampai di lokasi, anggota langsung blusukan ke dalam pasar menyapa dan menyalami beberapa pedagang dan tukang ojek. Anggota juga berdialog sambil memberikan himbauan dan pesan-pesan kamtibmas kepada tukang parkir, pedagang, dan masyarakat sekitar. Dalam himbauan tersebut, anggota menekankan kepada pedagang maupun tukang parkir agar meningkatkan kewaspadaan dengan aksi-aksi preman, curanmor, pencurian, penjambretan dsb. Mengingat akhir-akhir ini kejahatan tersebut masih sering terjadi terutama curanmor. Untuk itu, selaku aparat yang bertugas dibidang pemeliharaan keamanan, kami memberikan beberapa solusi kepada masyarakat. Diantaranya bagi yang membawa kendaraan roda dua agar memasang kunci ganda dan memarkir kendaraan di tempat parkir yang aman. Selain itu, untuk para pembeli dan pedagang kalau bisa tidak memakai perhiasan yang berlebihan untuk mencegah munculnya aksi pencurian atau penjambretan. Situasi kamtibmas di pasar tersebut cukup banyak pengunjung, tetapi sampai saat ini terpantau aman dan kondusif.

  

Setalah memastikan situasi aman, anggota bergeser ke sasaran patroli berikutnya. Tidak jauh dari Pasar Narmada, anggota menjumpai seorang kakek-kakek yang sedang berjalan sendirian. Setelah ditanya, diketahui kakek tersebut bernama Amaq Mahsun yang telah berusia 58 tahun. Beliau berasal dari Pengadang, Kec. Praya, Lombok Tengah. Kesehariannya beliau memang sering mencari rezeki di sekitar pasar tersebut dengan memungut barang-barang bekas sambil berharap ada bantuan dari masyarakat. Melihat kondisinya yang mengalami lumpuh ringan di pergelangan tangan kanannya dan keadaannya yang memprihatinkan, anggota Ton 3/1 memberikan empati berupa kebutuhan pangan sehari-hari. Kami mengharapkan bantuan ini dapat meringankan dan mencukupi kebutuhan hidup beliau sehari-hari.

 
Selanjutnya, anggota meneruskan patroli ke daerah Gontoran, Suranadi. Anggota juga memberikan empati kepada ibu Ni Luh Tisna yang mengalami penyakit gondok selama 45 tahun. Beliau berusia 75 tahun dan tinggal seorang diri di rumah sederhana miliknya. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan bias mengurangi beban ekonomi ibu.

 

Selanjutnya anggota mendapat info dari masyarakat bahwa sedang berlangsung aksi konvoi oleh sekelompok pelajar SMA/SMK sederajat yang merayakan kelulusannya di sepanjang jalan wilayah Narmada, Lingsar dan Sesaot. Anggota Ton 3/1 segera mendatangi lokasi tersebut dan membubarkan aksi konvoi yang dilakukan oleh para pelajar yang mengenakan seragam dan rambut yang sudah di corat-coret. Aksi ini melibatkan hampir sebagian besar pelajar SMA/SMK sederajat di wilayah Narmada, Lingsar, bahkan ada juga yang berasal dari Mataram. Anggota juga memberikan teguran dan himbauan kepada para pelajar agar tidak melakukan aksi-aksi seperti ini, karena dapat mengganggu keamanaan, kenyamanan dan keselamatan baik bagi diri mereka sendiri maupun masyarakat sekitar. Meskipun sudah diberikan teguran dan himbauan secara lisan, masih ada segelintir pelajar yang tidak peduli. Sehingga mereka diberikan tindakan fisik berupa push up untuk memberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya.


Dalam aksi ini, ditemukan juga beberapa pelajar yang membawa dua botol minuman keras dan lebih dari sepuluh jenis pilox untuk corat-coret. Anggota yang ada di lokasi segera mengamankan barang temuan tersebut. Aksi para pelajar ini seperti sudah menjadi suatu tradisi tahunan dalam meluapkan rasa bahagia setelah menerima pengumuman kelulusan.


Sungguh memalukan, di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh hari ini, segelintir pelajar melakukan aksi-aksi yang tidak patut dicontoh. Sebuah PR yang harus diselesaikan oleh pemerintah, guru, dan orang tua tentunya untuk memajukan moral anak-anak bangsa sehingga angka budaya bangsa dan pendidikan di Indonesia bisa lebih baik. (TON 3/1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close