Konsep Hidup Sehat ala Dokter AKBP Hastry, Sang Ahli Forensik

AKBP Sumy Hastry Purwanti

Mataram – Sehat itu mahal, sehat itu gampang-gampang susah. Di era saat ini kecenderungan terhadap gangguan kesehatan cukup beragam jenisnya, tak kenal tua atau muda. Bila dibayangkan, seolah menjaga kesehatan itu gampang saja, namun ketika dijalani, luar biasa susah.

Hal mengulas tentang pola hidup sehat, Polda NTB punya ahlinya. AKBP Sumy Hastry Purwanti yang baru -baru ini menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda NTB, punya triks ampuh yang ia-pun sudah menjalani sebagai pola hidup keshariannya.

Ditemui media tribratanews.ntb.polri.go.id, Polisi Wanita pertama di Asia yang menyandang gelar doktor spesialis forensik ini mengatakan, dirinya selama ini tidak pernah meminum obat, termasuk vitamin, hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya gangguan radikal bahan kimia yang masuk di dalam tubuhnya.

“Obat-obat sudah banyak dicampur bahan-bahan kimia,” tutur AKBP Hastry, rabu (19/4) diruang kerjanya.

Lantas apa langkah yang dilakukan sang dokter untuk menghadapi kunjungan rasa sakit ditubuhnya?, ini dia penjelasannya.

“Saya sendiri sakit tidak pernah minum obat, saya gak suka obat, saya juga gak pernah minum vitamin, pada saat fisik merasa aneh, saya tidur, minum air hangat tidur, istirahat, kita benar-benar butuh istirahat, apalagi bertambahnya usia,” jelas dokter.

Ya, badan yang terasa letih karena dikuras kesibukan aktivitas, menurut dokter hanya dengan beristirahat yang cukup sebagai chargernya. Kemudian bagaimana dengan vitamin sebagai pengganti imun dalam tubuh?, menurut polisi wanita lulusan cumlaude  di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini, konsumsi sebagai pengganti obat-obatan atau vitamin hanya dengan buah-buahan.

Pertama datang di NTB, dirinya yang pertamakali di beli adalah sebuah blander untuk mix buah-buahan. “vitamin saya itu, dari buah-buahan dan sayur ta jus. Lebihnya kalau diblender buahnya banyak, biasanya wortel tomat, dicampur, kalau hangat badannya ta kasi jahe,” ungkapnya.

Bertugas pada keahlian khusus forensik, dirinya bercerita tatkala saat tugas luar, merasakan drop, badan dan otak letih ia istirahatkan tanpa berfikir alas kasur empuk menjadi sandarannya.

“Gantian sama tim, gantian aja sama temen-temen, pokoknya tidur di atas kursi, harus tidur lelap,” pungkasnya.

Diketahui, AKBP Hastri merupakan polisi yang berpengalaman  menjalankan tugas di bidang Disaster Victim Identification (DVI). Sejumlah kasus besar ia tangani mulai bom Bali 1 tahun 2002 lalu hingga Malaysia Airlines MH-17 di Ukraina, dan AirAsia QZ8501. Ia diperbantukan hingga luar negeri karena keahliannya yang memang sudah tingkat dunia. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close