Orasi Kebangsaan Oleh Kapolda NTB

Berdasarkan Surat Undangan Pengurus Wilayah GP. Ansor Provinsi NTB tanggal 4 April 2017, perihal permohonan kesediaan Kapolda NTB sebagai narasumber dalam kegiatan Silaturahmi dan Orasi Kebangsaan dengan Tema Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan dalam wadah NKRI. Pada hari Rabu tanggal (12/04), pukul 10.00 WITa bertempat di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kapolda NTB menghadiri kegiatan Silaturahmi dan orasi kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah GP. Ansor Provinsi NTB.  Saat menghadiri kegiatan tersebut Kapolda NTB didampingi oleh beberapa pejabat utama Polda NTB diantaranya : Dirintelkam Polda NTB, Wadirbinmas Polda NTB, Kabidpropam Polda NTB, Kabidhumas Polda NTB dan Para Kapolres jajaran se-Pulau Lombok.
Selain di hadiri oleh Kapolda NTB denganpara pejabat utama Polda NTB, dalam kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Kepala Badan Intelijen Daerah ( Kabinda) NTB, Kajati diwakili oleh Wakajati, Dewan Mustasyar PBNU, Ketua PWNU NTB, Kepala Kantor Imigrasi Mataram dan Rektor Universitas Islam negeri Mataram
Acara silaturahmi dan orasi kebangsaan diawali dengan sambutan pembuka dari Ketua Pengurus Wilayah GP. Ansor Provinsi NTB H. Zamroni yang menyampaikan beberapa hal diantaranya :
Mewakili seluruh keluarga besar GP. Ansor menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolda NTB dan seluruh pejabat utama polda NTB atas kesediaannya menghadiri acara silaturahmi dan orasi kebangsaan yang diinisiasi oleh pengurus wiayah GP Ansor Provinsi NTB.
Dengan kesediaan Kapolda NTB menghadiri acara silaturahmi ini dan berkenan memberikan orasi kebangsaan menunjukkan kepedulian Polri khususnya Kapolda NTB kepada organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang ada diwilayah NTB. Selain itu dengan kehadiran Kapolda NTB beserta jajarannya pada kegiatan ini menunjukkan kedekatan dan hubungan emosional yang tinggi antara Polda NTB dengan segenap lapisan masyarakat khususnya organisasi masyarakat dan kepemudaan dan semoga dengan kedekatan hubungan emosional ini dapat menghadirkan kedamaian di wikayah NTB dan terhindar dari segala macam dan bentuk gejolak yang dapat menimbulkan perpecahan dikalangan masyarakat.
Dengan diadakan kegiatan ini diharapkan semua peserta mendapatkan bimbingan dan arahan dari Kapolda NTB dalam rangka menyiapkan diri sebagai generasi muda penerus tongkat estafet pembangunan Bangsa dan Negara khususnya untuk mengantisipasi semua gerakan radikal dan aliran sesat yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI.
Melalui kegiatan silaturahmu dan orasi kebangsaan ini mari kita jalin  persatuan dan kesatuan antara seluruh elemen bangsa, Ukhuwah Islamiyah hubungan sebagai sesama umat islam dan Hubungan Bashariyah hubungan antara seluruh bagian dalam masyarakat yang berlatar belakang beda agama dan budaya serta Ukhuwah Wathoniah  hubungan dengan semua lembaga pemerintahan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika ada yang berniat merusak persatuan dan kesatuan mereka adalah golongan orang orang yang tidak mengerti sejarah karena mereka bukan pelaku sejarah dan harus keluar dari NKRI.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi NTB  TGH Ahmad Taqiuddin Mansyur yang menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
Kebanggan yang mendalam atas perkembangan prestasi dari Universitas Islam Negeri Mataram yang semakin pesat perkembangannya baik dari segi prestasi maupun dedikasinya dalam memajukan ummat islam, khususnya GP. Ansor.
Bila menyangkut sejarah kita harus ingat pada saat Nabi Muhammad SAW pertama kali menginjakkan kakinya di Madinah, warga berbondong-bondong menyambut dan menolong warga Mekkah yang datang bersama Nabi dan sejak saat itulah Nabi menamakan warga asli madinah sebagai golongan anshor dan warga mekkah disebut muhajirin. Dan bisa dikatakan bahwa yang pertamakali memberikan pertolongan kepada Nabi Muhammad SAW adalah warga anshor.
Dalam hal membela agama kita tidak boleh mengatakan tidak, karena itulah Anshor selalu menjadi garda terdepan dalam membela islam seperti halnya pada saat penumpasan PKI Ansor memiliki peran yang sangat vital dalam penumpasan PKI.
Sebagai ummat islam kita harus berpegang betul kepada ahli sunnah wal jamaah dengan 4 mazhab yang kita yakini menjadi landasan dalam setiap kegiatan dibidang keagamaan dan kemanusiaan. Sebagaimana pesan para ulama apapun alasannya keselamatan agama adalah mutlak dan mau bekerjasama dengan siapapun dan dengan latar belakang apapun adalah ciri seorang ahli sunnah waljamaah.
Apapun agama dan kepercayaan yang dianut bila terkena pengaruh negative salah satunya narkoba tidak akan ada artinya karena itu harus dihindari dan GP. Ansor harus menajdi garda terdepan untuk membendung semua pengaruh negative dari luar yang dapat menggangu stabiitas iman dan ketaqwaan ummat beragama khususnya ummat Islam.
Selamatkan roh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisah untuk mencegah semua kemaksiatan,  meningkatkan peran dalam peningkatan sumber daya manusia sehingga terjaga tatanan hidup yang damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam akhir sambutannya Ketua PWNU NTB menyampaiakn terima kasih kepada GP. Ansor yang tetap eksis menjalankan peran sosial kemasyarakatannya oleh karena itu mari kita bekerjasama karena GP Ansor tidak akan dapat melakukan semua itu tanpa adanya bantuan dan kerjasama dari pihak lain utamanya lembaga pemerintahan. Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang diwakili oleh Wakil Rektor I Hj. Nurul Yaqin dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan sambutan yang berisi antara lain :
Menyampaikan salam permohonan maaf dari Rektor UIN karena tidak dapat hadir pada kegiatan ini karena ada kegiatan dinas di Jakarta .
Perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram menjadi Universitas Negeri (UIN) Mataram, tidak lepas dari perjuangan Kapolda NTB yg baru, dimana pada saat beliau di bertugas di Provinsi Banten memiliki pengalaman dalam proses perubahan status perguruan tinggi di Provinsi Banten dan karena beliau selalu mengikuti perkembangan setiap perubahan status perguruan tinggi hingga berkahnya dapat diterima di NTB.
UIN Mataram saat ini telah memiliki 3 fakultas dengan Mahasiswa yang berasal dari NTB dan luar NTB.
Diakhir sambutannya Wakil Rektor UIN menyampaiakna terima kasih khusus kepada Kapolda NTB yang telah berkenan hadir bersilaturahmi di Universitas Islam Negeri Mataram, dimana hal ini menunjukkan bahwa Kapolda NTB memiliki kepribadian yang luar biasa dan kesan yang sangat mendalam dimana dalam kehadirannya untuk pertama kali di UIN kami segenap civitas akademik sudah merasa dekat dengan Kapolda NTB dan hal ini sangat membantu kami dalam mempromosikan keberadaan UIN di kalangan civitas akademik yang lain dan akhirnya wakil rector I mengharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan para peserta sehingga dapat memetik hal hal yang berguna untuk dapat meningkatkan mental keperibadian para mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh Mustasyar PBNU TGH. Turmudzi Badarudin. Setelah selesai melaksanakan doa bersama dilanjutkan dengan kegiatan utama yaitu Orasi Kebangsaan yang disampaikan oleh Kapolda NTB. Dalam orasi kebangsaannya Kapolda NTB menyampaikan sebagai berikut :
Kegiatan silaturahmi ini sudah direncanakan sejak beberapa waktu yang lalu, namun karena adanya tugas penting maka kegiatan ini baru dapat terselenggara pada saat ini, dimana kesempatan ini merupakan peristiwa yang sangat penting yang dapat menyatukan semua elemen masyarakat dalam kebersamaan, tidak melihat perbedaan yang ada hanya kesamaan tujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara.
Proses peningkatan status IAIN Mataram menjadi Universitas Islam Negeri Mataram sama dengan peningkatan status IAIN Banten menjadi Universitas Islam Negeri Banten, dimana dalam proses melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan, Polri dalam hal ini Polda Banten dimana saat itu kebetulan kami menjabat sebagai Wakapolda Banten berperan aktif membantu sebagai salah satu bentuk dari partisipasi dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.
Keberadaan GP Anshor merupakan salah satu organisasi yang dapat diterima dengan baik disemua elemen masyarakat, dimana GP Anshor tidak mengenal perbedaan apakah menggunakan jilbab atau tidak, jilbab putih atau hitam.
Tema yang diusung dalam kegiatan kali ini oleh GP Anshor sangat tepat dimana harus kita sadari bersama bahwa perjuangan bangsa  dalam meraih kemerdekaan tidak bisa dilepas dari peran para pemuda, yang diawali dengan pergerakan pemuda yang menandakan adanya peristiwa Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda dalam kurun waktu dari Tahun 1918 sampai dengan 1926 sampai dengan lahirnya Organisasi Nahdlatul Ulama sebagai cikal bakal berdirinya GP. Anshor.
Zaman pergerakan nasional sampai dengan perjuangan meraih kemerdekaan, Bangsa Indonesia berjuang untuk meraih kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan dan keinginan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan awal dari Rakyat Indonesia dan kini tantangan yang sangat komplek dapat kita jadikan suatu kelebihan dalam mencapai tujuan Negara seperti yang tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945.
Didunia ini ada 5 negara besar dengan penduduknya mayoritas menganut 5 agama yang berbeda, amerika serikat yang warganya mayoritas protestan, India yang mayoritas hindu, China yang mayoritas budha, Brazil yang mayoritas katholik dan Indonesia dengan mayoritas Islam, khusus di Indonesia semua agama tersebut tumbuh dan berkembang dan itu membuat negara kita memiliki nilai lebih sehingga kelebihan itu dapat kita andalkan sebagai salah satu alat untuk mempersatukan semua kekuatan dan potensi bangsa.
Didalam Alquran pada hal-hal yang bersifat umum Allah SWT menggunakan kalimat Ya Ayyuhannas yang artinya Hai manusia dan Ya Ayyuhallazi na amanu yang artinya hai orang orang yang beriman bukan menggunakan Ya Ayuhallazinalmuslimin yang artinya hai orang orang islam, dalam kalimat ini terkandung makna bahwa kewajiban untuk menjaga alam beserta isinya bukan hanya untuk orang islam melainkan kepada seluruh manusia yang memiliki iman kepada Tuhan dengan kata lain seluruh umat manusia memiliki kewajiban untuk menjaga alam tanpa melihat segala macam perbedaan. Salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT adalah semua bisa menikmati karunianya berupa udara, air dan lain sebagainya tanpa memperhitungkan perbedaan agama suku budaya dan ras.
Dalam sila I Pancasila menggunakann kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa tidak memakai kalimat kebebasan beribadat menurut syariat dan agama yang dianutnya dan akan jadi kalimat yang panjang jika semua agama disebutkan satu persatu, sehingga dipergunakan kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara sudah menjmin kebebasan beragama dalam UUD 1945. Ini membuktikan kehebatan pola pikir para pendahulu kita yang meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi namun dapat merumuskan dasar dan tujuan Negara, yang semuanya tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945.
Salah satu contoh konkrit tentang pemikiran para pendahulu mengenai kesatuan dalam perbedaan adalah Raja Anak Agung Gde Ngurah yang pada jaman kekuasaannya di Narmada ada situs yang melambangkan persatuan dimana Pura, Masjiid dan Gereja berada dalam satu lokasi. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi saat ini dimana banyak pendidikan tinggi hingga luar negeri namun banyak mempermasalahkan kebhinekaan. Kita yakini keberagaman namun kita mengingkari takdir. Seseorang tidak bisa memilih dia dilahirkan dimana dan beragama apa karena itu semua kehendak Tuhan YME. Masa depan orang bukan ditentukan dengan kelahiran seseorang namun ditentukan dengan perjuangan orang tsb.
Jangan mempertentangkan kebhinekaan karena sudah menjadi ikrar kita bersama. Negara kita luas dibandingkan negara lain. Ini bukan kehendak golongan dan individu. Kita dulu punya musuh bersama yakni Belanda. Itulah yg mmperkuat kita menjadi kesatuan. Beruntung kita punya jasa pemuda dan tokoh jaman itu. Pergerakan pemuda 1908 budi utomo. Hebatnya pemuda terdahulu walaupun beda tapi tidak pernah ribut.
Setiap orang memiliki kedudukan yang sama dalam hukum, politik dan agama, dalam menyampaikan Semuanya boleh. Dan hal tersebut telah bayak terjadi pada saat ini. Demokrasi adalah proses untuk menjadi pemimpin dan akhir dari proses tersebut bukan merupakan tujuan, dimana dalam politik jangan berpendapat pemenang dapat mengambil semuanya (Winners Take All) tetapi harus ada pembagian kekuasaan sehingga tujuan Negara dapat dicapai dengan kerjasama dan hasil kerja dari semua pihak bukan satu orang atau golongan.
Maknanya adalah bila kita berlabuh ke suatu Pulau kita harus hadapi ombak, kita harus percaya kepada nakhoda Kapal, tukang masak, Kita Sebagai Penumpang jangan ribut. Artinya kita harus sepakat dengan 4 pilar tsb. Shingga tidak gaduh. Banyak yg ingin jd nakhoda shg ribut. Sehingga kita capai tujaun kita di alinea ke empat pembukaan UUD. Jangan permasalahkan perbedaan kita. Banyak yg sepakat jadi pimpinan ketika jadi pimpinan sepakat ingin dijatuhkan antar sesama.
Angka kemiskinan yang masih diatas 50 %, kelas menengah sekitar 20 % dan sisanya merupakan kelas atas  merupakan salah satu potensi ancaman terhadap kebhinekaan. Untuk mengantisipasi kerawanan ancaman terhadap kebhinekaan angka tersebut harus dapat dirubah setidaknya prosentase masyarakat miskin dibawah dari masyarakat kelas menengah dan atas. Hal ini tidak terlepas dari Efek globalisasi jadi tantangan bila kita tidak siap pengetahuan keterampilan dan attitude. Kita akan tersingkir dari pesaingan dunia. Karena itu untuk proses belajar di universitas agar lebih dikembangkan pengetahuan dan ketrampilan serta attitude untuk mampu bersaing.
NTB memiliki potensi yang sangat besar di 4 bidang ATMM, Agriculture(pertanian), Tourisme (pariwisata), Mining (pertambangan) dan maritim (kelautan), namun belum terolah dengan baik sehingga potensi tersebut perlu kita kembangkan dan hal itu dapat diwujudkan jika situasi harmonis dan jauh dari konflik.
Tantangan lainnya adalah kejahatan cyber, teknologi. Cepat sekali bila menerima berita kita share tanpa tahu maknanya terdahulu, karena itu diharapkan semua informasi yang diterima dibaca dan dipahami dahulu. Bila mengandung kebencian fitnah dan konflik jangan kita sampaikan. Dalam beberapa bulan terakhir ini sudah tidak ada konflik antar kampung. Dan situasi tersebut harus dipertahankan dan tetap kita kelola bersama
Kedepan polisi punya startegi bertindak yakni Pemolisian masyarakat : ada contoh kasus di beberapa negara inggris dan jepang yang sudah mengedepankan pemolisian masyarakat. Polisi ini sebenarnya sudah ideal jumlahnya. Semuanya bisa dikendalikan karena ada kerja keras kita bersama. Toga, Toma dan polisi. Akibatnya konflik antar wilayah sudah tidak ada. skrg tidak ada lagi touris yang diganggu oleh orang local. Para ulama tampil sebagai penyeimbang. Anshor juga begitu, ada dimana-mana.
Sebentar lagi even Pilkada serentak, semoga even ini kita tetap menjunjung persatuan dan kesatuan meski beda partai dan beda pilihan karena persatuan tidak bisa dilaksanakan oleh satu elemen bangsa, kebhinekaan bukan jadi bahan pertentangan tapi modal persatuan dan menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga dan melestarikannya.
Sebelum mengakhiri orasinya Kapolda NTB berpesan bahwa untuk mencapai suatu tujuan dan cita-cita harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin dengan membuat rencana-rencana yang akan dilakukan dengan baik dan matang karena jika gagal sama artinya kita sudah merencanakan kegagalan itu. Semua elemen bangsa terutama para ulama dan pemuda harus berperan aktif dalam menjaga kemajemukan, laut bukan menjadi pemisah tapi merupakan pemersatu pulau-pulau, gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 harus dihilangkan. Tugas polisi adalah mewujudkan kamdagri dan terpelihara tertibnya masyarakat dalam gakkum dll. Jika dunia ini diibaratkan pohon yang besar. Kita adalah bagian pohon tersebut. Entah jadi akar pohon, ranting atau apapun itu kita harus berperan yang baik. Sebagai akhir dari orasinya Kapolda NTB membacakan sebuah sajak yang berjudul AKAR yang isinya sebagai berikut :
Akar rela menembus tanah bahkan karang dan batu sekalipun utk mencari makanan utk tegak kokohnya sebatang pohon.
Tumbuh dan berkembangnya pohon seiring pohon berdiri tegak menjulang tinggi dan menghasilkan buah2an.
Banyak org menikmati buah segar tp akar tdk pernah protes dan tetaplah akar mencari sumber air dan makan utk pohon.
Kalaupun pohon blm berbuah akar tetap bekerja demi lebat dan hijaunya  dedaunan shg banyak org  yg bisa berteduh tanpa menyadari kerja kerasnya akar.
Bahkan makluk hidup lainpun menikmati udara segar dari O2 yg dihasilkan dedaunan pohon yg hijau.
Akarpun tdk berkeluh kesah dan tdk pernah meminta-minta dan blm pernah terjadi demo protes menunjukkan ketidakpuasannya.
Akar senantiasa tetap bekerja dan tdk pernah memunculkan diri ke permukaan tanah.
Bahkan kerelaan dan keikhlasan akar terus mencari supply makanan utk sebatang dg cabang, ranting dan dedaunannya.
Akar tidak pernah istrahat walaupun ada sebagian dedaunan tidur lelap.
Ada suatu harapan akar bhw dia akan mendapatkan ada dedaunan yg jauh dan membusuk utk dijadikan sumber nutrisi bagi akar.
Kita pernah banyak mendengar bhw setinggi tingginya pohon maka semakin banyak dan besar terpaan angin dan badai.
Keadaan inipun akar bekerja keras utk menahan tetap tegak berdirinya pohon, yg menjadi renungan bahwa pohon yg kuat, dan lebatnya bebuahan dan hijaunya dedaunan tentu tdk lepas dari andil besar AKAR.
Subhanallah, ALLAH SWT yang maha berkuasa dan berkehendak.
Kegiatan berakhir pada pukul 12.15 WITa, berjalan dengan aman dan lancar. [Vizz-Spripim]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close