berniat menolong, seorang guru honor jadi korban

20 Maret, 2017
198 Views

Proses Evakuasi korban oleh Anggota Dit Polair Polda NTB

Tim gabungan Dit Polair dan Basarnas Lombok Timur akhirnya berhasil temukan korban terseret arus Bendungan Kali Tanggek Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur  di Wilayah Perairan Labuhan Lombok dalam keadaan meninggal dunia pada Senin (20/3).

Rohiman, laki-laki, 31 tahun berprofesi sebagai guru honorer, beralamat di Gubuk Timuk Desa Pohgading Kec. Pringgabaya pada Minggu (19/3) kemarin terseret arus Sungai Tanggek Desa Pohgading

Berawal dari niat baiknya (Rohiman) dan 3 warga lainnya yaitu Amaq Bayu, 40 tahun, Amaq Fendi, 40 tahun dan Irwan, 24 tahun, tepatnya pukul 17.00 Wita, berusaha menyelamatkan seorang bocah 10 tahun (Abdi Bahri) yang terpeleset ke dalam Bendungan Kali Tanggek Desa Pohgading saat sedang bermain. Dimana pada saat itu diketahui kondisi bendungan sedang banjir.

Menurut Komandan Kapal Polisi KP.XXI-1002 Brigadir Sukoyo, saat dikonfimasi menerangkan “Saat itu Rohiman dan ketiga rekannya berusaha menyelamatkan abdi (10 thn) yang tejatuh ke dalam bendungan, tapi saat sedang menyelamatkan Abdi, saudara Rohiman malah terpeleset dan terseret arus sungai yang deras”.

Setelah berkoordinasi dengan Basarnas Lombok Timur dan instansi terkait lainnya Tim memulai kembali pencarian korban dengan menyisir Kali Tanggek dengan menerjukan sejumlah personil menggunakan 2 Kapal Patroli sampai ke Perairan Labuhan Lombok. Berdasarkan informasi dari nelayan yang diperoleh pada Pukul 09.30 Wita mereka melihat mayat terapung di seputaran Perairan Pantai Duduk, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya.

Lebih lanjut sukoyo menceritakan, “menindak lanjuti informasi yang kami terima dari nelayan, kami (Tim) langsung bergerak menuju lokasi, dan kurang lebih 50 menit kemudian (Pukul 10.50 wita) barulah  korban berhasil kami temukan”.

Setelah mengamati ciri-cirinya, dipastikan bahwa mayat yang terapung tersebut adalah Rohiman dan langsung dievakuasi ke Pos Polair Khayangan.

“Dari Pos Khayangan, korban langsung dibawa ke puskesmas guna visum at rafertum lebih lanjut” ujar Sukoyo mengakhiri.

AKBP Dewa Wijaya, SH., MH. selaku Kasatrolda Dit Polair Polda NTB yang ditemui terpisah membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan “belajar dari kejadian ini, sepatutnya kita selalu berhati-hati dalam setiap kondisi,  dan kami selaku aparat kepolisian akan selalu memberikan pelayanan terbaik dan bekerja professional untuk melayani masyarakat dalam berbagai kondisi”.

“Jangan ragu buat masyarakat dimana pun berada, kalau ada kejadian seperti ini, segera laporkan dan hubungi pos polair terdekat untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan” tegasnya. (edw).

You may be interested

Cegah Keributan Dan Kemacetan, Direktorat Sabhara Polda NTB Turunkan Unit Patroli Amankan Giat Masyarakat Nyongkolan
Umum
shares1 views
Umum
shares1 views

Cegah Keributan Dan Kemacetan, Direktorat Sabhara Polda NTB Turunkan Unit Patroli Amankan Giat Masyarakat Nyongkolan

DIT SABHARA - Okt 21, 2017

Mataram –  tradisi adat sasak  Nyongkolan merupakan sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok Nusa…

Cipta Kondisi Di Kabupaten Dompu, Tim Gabungan Sita Ribuan Liter Minuman Keras
Binkam
shares4 views
Binkam
shares4 views

Cipta Kondisi Di Kabupaten Dompu, Tim Gabungan Sita Ribuan Liter Minuman Keras

Polres Dompu - Okt 21, 2017

[caption id="attachment_41604" align="alignnone" width="300"] Proses penertiban minuman keras di kabupaten dompu[/caption] Dompu - Sebanyak kurang lebih 2.100 (dua ribu seratus)…

Dalmas Polda NTB Amankan Kegiatan Rutin Masyarakat di Hari Libur
Binkam
shares10 views
Binkam
shares10 views

Dalmas Polda NTB Amankan Kegiatan Rutin Masyarakat di Hari Libur

DIT SABHARA - Okt 21, 2017

Mataram - Lombok merupakan salah satu pulau dengan penduduk Muslim terbanyak nomor 3 di Indonesia dan memiliki satu bahkan lebih…

Leave a Comment

Your email address will not be published.