berniat menolong, seorang guru honor jadi korban

20 Maret, 2017
125 Views

Proses Evakuasi korban oleh Anggota Dit Polair Polda NTB

Tim gabungan Dit Polair dan Basarnas Lombok Timur akhirnya berhasil temukan korban terseret arus Bendungan Kali Tanggek Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur  di Wilayah Perairan Labuhan Lombok dalam keadaan meninggal dunia pada Senin (20/3).

Rohiman, laki-laki, 31 tahun berprofesi sebagai guru honorer, beralamat di Gubuk Timuk Desa Pohgading Kec. Pringgabaya pada Minggu (19/3) kemarin terseret arus Sungai Tanggek Desa Pohgading

Berawal dari niat baiknya (Rohiman) dan 3 warga lainnya yaitu Amaq Bayu, 40 tahun, Amaq Fendi, 40 tahun dan Irwan, 24 tahun, tepatnya pukul 17.00 Wita, berusaha menyelamatkan seorang bocah 10 tahun (Abdi Bahri) yang terpeleset ke dalam Bendungan Kali Tanggek Desa Pohgading saat sedang bermain. Dimana pada saat itu diketahui kondisi bendungan sedang banjir.

Menurut Komandan Kapal Polisi KP.XXI-1002 Brigadir Sukoyo, saat dikonfimasi menerangkan “Saat itu Rohiman dan ketiga rekannya berusaha menyelamatkan abdi (10 thn) yang tejatuh ke dalam bendungan, tapi saat sedang menyelamatkan Abdi, saudara Rohiman malah terpeleset dan terseret arus sungai yang deras”.

Setelah berkoordinasi dengan Basarnas Lombok Timur dan instansi terkait lainnya Tim memulai kembali pencarian korban dengan menyisir Kali Tanggek dengan menerjukan sejumlah personil menggunakan 2 Kapal Patroli sampai ke Perairan Labuhan Lombok. Berdasarkan informasi dari nelayan yang diperoleh pada Pukul 09.30 Wita mereka melihat mayat terapung di seputaran Perairan Pantai Duduk, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya.

Lebih lanjut sukoyo menceritakan, “menindak lanjuti informasi yang kami terima dari nelayan, kami (Tim) langsung bergerak menuju lokasi, dan kurang lebih 50 menit kemudian (Pukul 10.50 wita) barulah  korban berhasil kami temukan”.

Setelah mengamati ciri-cirinya, dipastikan bahwa mayat yang terapung tersebut adalah Rohiman dan langsung dievakuasi ke Pos Polair Khayangan.

“Dari Pos Khayangan, korban langsung dibawa ke puskesmas guna visum at rafertum lebih lanjut” ujar Sukoyo mengakhiri.

AKBP Dewa Wijaya, SH., MH. selaku Kasatrolda Dit Polair Polda NTB yang ditemui terpisah membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan “belajar dari kejadian ini, sepatutnya kita selalu berhati-hati dalam setiap kondisi,  dan kami selaku aparat kepolisian akan selalu memberikan pelayanan terbaik dan bekerja professional untuk melayani masyarakat dalam berbagai kondisi”.

“Jangan ragu buat masyarakat dimana pun berada, kalau ada kejadian seperti ini, segera laporkan dan hubungi pos polair terdekat untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan” tegasnya. (edw).

You may be interested

Kapolda NTB Turun Redam Ribut Antar Kampung di Bima
Umum
shares1 views
Umum
shares1 views

Kapolda NTB Turun Redam Ribut Antar Kampung di Bima

Admin Polda - Mei 28, 2017

[caption id="attachment_30990" align="aligncenter" width="740"] Kapolda NTB buka paksa blokade jalan di bima[/caption] Mataram - Pemblokiran jalan yang menjadi ujung peristiwa…

Polri Mengajak Masyarakat Tingkatkan Ketaqwaan dan Kurangi Kegiatan Negatif Dibulan Ramadhan
Binkam
shares2 views
Binkam
shares2 views

Polri Mengajak Masyarakat Tingkatkan Ketaqwaan dan Kurangi Kegiatan Negatif Dibulan Ramadhan

DIT SABHARA - Mei 28, 2017

Mataram 27 Mei , akhirnya bulan suci yang dinanti-nanti masyarakat tiba, hari pertama puasa tidak menurunkan ataupun mengurangi kegiatan Sabhara…

339 Personel Polres Sumbawa Diterjunkan Untuk Melaksanakan Pengamanan Shalat Tarawih
Headline
shares6 views
Headline
shares6 views

339 Personel Polres Sumbawa Diterjunkan Untuk Melaksanakan Pengamanan Shalat Tarawih

Polres Sumbawa - Mei 27, 2017

[caption id="attachment_30767" align="alignnone" width="700"] Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo, SIK, MT[/caption] Sumbawa Besar - Bulan suci ramadhan kini telah tiba,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.