“Nasi Tolang Komak” Hubungkan Silaturrahmi Kapolres Loteng dan Para Wartawan

Kapolres Loteng bersama Wakapolres dan Kasat Lantas Menunjukkan seperti apa makanan yang di gemari oleh Polisi Nomor Satu di Lombok Tengah Itu (10/03)

Praya – tidak dapat dipungkiri hubungan antar Polri dan para wartawan mempunyai kolerasi yang cukup erat, yang harus dipupuk agar memiliki satu ideologi yaitu membantu mewujudkan pembangunan kerja sama yang menjorok ke arah yang positif. Tanpa adanya dukungan dari media pemberitaan mengenai kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan Polri, maka tidak akan bisa diketahui oleh masyarakat. Namun Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah (Polres Loteng) AKBP Kholilur Rochman SH SIK MH memiliki media unik untuk memersatukan antara polri dan wartawan di Lombok Tengah ini pada Jum’at (10/03), “Nasi Tolang Komak”. Makanan sederhana yang dinilai unik dan khas di wilayah hukumnya. Alasannya sederhana, hanya karena polisi nomor satu di Lombok Tengah  yang kerap disapa Pak Kholilur itu sedang “kecanduan” dengan rasa unik dari “tolang komak” dan menginginkan agar masakan khas ini ditandingkan dengan makanan khas sekelas nasi puyung.

Dalam acara yang berpusat di Aula Polres Lombok Tengah ini Kapolres menyampaikan beberapa poin penting terkait hubungan antara polisi dan wartawan akhir-akhir ini.

“mengenai bad news yang ada pada tubuh polri cenderung lebih digemari oleh rekan-rekan untuk menjadi good news, saya tidak akan mencampuri domain itu. namun perlu diingat Di dunia ini bukan mengenai siapa yang terbaik namun siapa yang banyak berbuat baik,” jelasnya pada seluruh hadirin yang hadir saat itu. Seolah ingin mengingatkan bahwa tidak semua citra buruk itu merupakan berita bagus tapi juga good news is a good news.

Tidak hanya berisikan komunikasi searah namun juga kapolres juga membuka sesi kritikan dan masukan apa saja yang menjadi kendala wartawan dalam bertugas meliput segala sesuatu keberhasilan Polri khususnya di Lombok Tengah. Yang akhirnya memunculkan titik temu yang diharapkan dapat membuat kerjasama Polri dan Wartawan dapat lebih baik lagi.

Banyak Wartawan yang mengkritik mengenai keterbatasan informasi yang diberikan ketika hendak melakukan liputan, tentu itu yang menjadi kendala terbesar dalam menulis sebuah keberhasilan polisi. Menyangkut hal ini Kapolres menerangkan bahwa informasi bisa dipetik sebanyak mungkin namun terkadang jika menyangkut ke dalam hal teknis atau ketika kami dalam proses pengembangan tidak akan mungkin kami akan membeberkan semuanya hal inilah yang akan menyebabkan target kabur, sembunyi dan lain sebagainya.

Di akhir perjumpaannya dengan beberapa wartawan senior yang ada di Lombok Tengah, Kapolres sedikit curhat mengenai adanya kesenjangan 300 personel yang menyebabkan kurang lebihnya kinerja yang dilakukan oleh Polres Loteng. Namun pintanya “tentu bukan menjadi halangan bagi kami untuk kekurangan sebanyak 300 personel jika wartawan siap untuk bekerja sama, tentu sesuai dalam bidangnya masing – masing, … karena together we are strong”.

Penulis & Publish : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close