RS. Bhayangakara Kembali Menerima Jenazah Seorang Pensiunan Disbudpar Lobar

Mataram (8/3), Rumah Sakit Bhayangkara Mataram kembali menerima jenazah bernama drs. MADE MERANGGI yang dibawa oleh anggota penyidik dari Polsek Gerung, Polres Lombok Barat. Mayat tersebut berjenis kelamin Laki – laki yang ditemukan telah meninggal dunia di rumahnya yang beralamat Jalan Meranti raya blok M, No. 15, BTN Pemda, dan jenazah langsung dibawa ke RS. Bhayangkara Mataram dengan menggunakan mobil ambulance RSUD Lombok Barat.

Sebelumnya korban tersebut sudah hilang kontak dengan keluarga sejak sabtu malam, dari pihak keluarga sudah mencoba menghubungi melalui HP namun tidak mendapatkan respon. pada saat menjelang sore korban sempat terlihat di rumahnya yang lain yang beralamat di Dusun Karang Anyar, Desa Jakem, Kec. Lembar, kemudian korban pergi lagi.

Jenazah dititipkan oleh penyidik dan disimpan di dalam Freezer RS. Bhayangkara

Menurut keterangan Saksi istri korban, sejak sabtu malam korban sudah tidak ada kabar, ketika di hubungi melalui HP, korban tidak ada merespon, tetapi pada saat itu keluarga maupun istri tidak ada perasaan cemas, tetapi ketika memasuki hari senin hingga hari rabu keluarga dan istri korban menjadi sangat cemas karena ketika di coba menghubungi kembali melalui HP, HP korban sdh tidak aktif.

Akhirnya karena perasaan cemas, khawatir, dan penasaran istri korban mencoba mencari korban kerumahnya yang biasa suaminya tempati di alamat BTN Pemda, ketika membuka pintu istri korban kaget dan tidak percaya melihat posisi tubuh suaminya tergeletak tengkurap dilantai sudah  tak bernyawa dengan mulut mengeluarkan darah. Kemudian istri korban menghubungi anggota keluarga yang lainnya serta melaporkan kejadian penemuan Jenazah tersebut ke Polsek Gerung.

Setelah dilakukan proses awal TPTKP dan pencarian alat bukti, dirumah korban tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan ataupun pengerusakan kemudian jenazah di bawa ke RS. Bhayangkara Mataram untuk dititipkan sementara, menunggu keputusan anak korban yang masih dalam perjalanan dari denpasar menuju lombok apakah jenazah akan di Otopsi atau tidak.

Dari Pihak rumkit untuk sementara melakukan tindakan menerima jenazah tersebut serta membuat Berita Acara Penerimaan Penitipan Jenazah dari penyidik kepada pihak Rumah Sakit Bhayangkara, kemudian tetap berkoordinasi dengan pihak keluarga maupun penyidik untuk menunggu keputusan apakah jenazah akan di Otopsi atau tidak.

Apabila keluarga setuju diambil tindakan Otopsi sebagai barang bukti untuk penyelidikan dari pihak kepolisian, untuk tindakan Otopsi selama ini RS. Bhayangkara Mataram yang dipimpin oleh Kasubidyanmeddokpol AKP. I WAYAN REDANA akan bekerja sama dengan dr. Forensik Unram, dan dari hasil Otopsi tersebut akan mengetahui penyebab kematian korban.

Hingga berita ini diturunkan jenazah masih disimpan di Frezer jenazah RS. Bhayangkara Mataram sambil menunggu keputusan dari keluarga apakah akan diambil tindakan Otopsi atau hanya Pemeriksaan luar kondisi jenazah saja.H.M

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close