Polsek Sukamulia Berhasil Selamatkan Dua Muda Mudi Dari Amuk Massa

Polsek Sukamulia Amankan Dua Muda Mudi dari Amuk Massa

Sukamulia – Polsek Sukamulia mengamankan seorang Laki-laki berinsial KHE yang diduga berbuat mesum oleh warga Kampung di Dusun Paok Pampang Timur Desa Paok Pampang Kec. Sukamulia Kab. Lotim. Pada hari Sabtu (4/3/17), sekira pukul 02.00 Wita.

Pada saat sekumpulan massa mengepung sebuah rumah Inaq ML (35 tahun) di Dusun Paok Pampang Timur Desa Paok Pampang Kec. Sukamulia Kab. Lotim. Warga meresahkan karena adanya seorang Laki-laki KHE yang sudah menginap selama 3 hari dirumah perempuan insial NRS (16 tahun)

Kemudian massa yang kebanyakan adalah anak-anak muda dari Dusun Paok Pampang Timur ini kelakuan seorang laki-laki yang berani-beraninya menginap dan diduga berbuat mesum di rumah NRS yang tinggal bersama ibunya dan seorang adiknya laki-laki masih kecil, sedangkan ayahnya sudah pergi ke Malaysia untuk mencari nafkah. Selidik punya selidik ternyata laki-laki KHE yang berasal dari Dusun Bantek Desa Bagik Payung Induk Kec. Suralaga Kab. Lotim. ini juga masih berstatus pelajar kelas I di SMK 2 Selong.

Kepala Desa Paok Pampang an. Zaenal Abidin yang ada di lokasi kejadian tersebut cukup tanggap dengan segera menghubungi pihak Kepolisian Sektor Sukamulia, dan tidak lama kemudian 6 (enam) personil Polsek Sukamulia serta Bhabinkamtibmasnya sudah tiba di lokasi dan mengambil langkah-langkah nyata, menenangkan massa dan menghimbau agar tidak berbuat anarkhis serta tidak bertindak main hakim sendiri. Pola simpatik yang dilakukan oleh personil Polsek Sukamulia berhasil menenangkan massa, sehingga dengan didampingi oleh Kades Paok Pampang dan Kadus Paok Pampang Timur (PEJALAL), personil Polsek Sukamulia berhasil mengevakuasi oknum pelajar KHE dan NRS bersama ibunya  tanpa disentuh sedikitpun oleh massa, selanjutnya langsung dibawa ke Polsek Sukamulia dengan didampingi oleh Kadus Paok Pampang Timur guna pengusutan lebih lanjut.

Kapolsek Sukamulia Saat Mediasi Bersama Keluarga

Kemudian pada pukul 10.00. Wita, Kapolsek Sukamulia Iptu Iskandar berupaya memediasi kasus tersebut dengan memanggil orang tua dari  pihak KHE, perwakilan guru dari SMK 2 Selong dan orang tua dari NRS. Dengan berbagai pertimbangan, diantaranya bahwa NRS dan KHE usianya sangat muda dan masih berstatus pelajar kelas I di SMK 2 Selong, pertimbangan bahwa masa depan mereka masih sangat panjang, semua pihak selanjutnya sepakat untuk menempuh solusi secara kekeluargaan, KHE dan NRS dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing guna dilakukan pembinaan serta berjanji tidak lagi mengulangi perbuatannya, begitu juga pihak sekolah dapat menerima kembali sebagai anak didik dengan pengawasan yang lebih maksimal. (AR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close