Nyongkolan Tradisi Turun – Temurun Masyarakat Lombok

Mataram – Nyongkolan merupakan sebuah kegiatan adat yang berlaku bagi sebagian masyarakat  suku sasak Lombok Nusa Tenggara Barat. Kegiatan nyongkolan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai laki-laki, memakai baju adat, serta rombongan musik yang biasa gamelan atau juga bisa sebuah kelompok music kalaborasi antara modern dan tradisional yang sering disebut dengan nama Kecimol Ale-ale. Nyongkolan merupakan tradisi turun – temurun yang terus dilaksanakan oleh masyarakat asli Lombok Nusa Tenggara Barat.

Nyolongkolan dapat kita temui di jalan – jalan raya, karena nyongkolan kerap kali membuat macet arus lalu lintas. Banyak faktor yang membuat kemacetan, seperti banyaknya peserta yang mengikuti nyongkolan bisa mencapai ratusan orang, jumlah kendaraan yang ramai karena nyongkolan biasanya dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, jalan yang kurang lebar dan sebagainya.

Oleh Sebab itu kehadiran pihak kepolisian khusus Bhabinkamtibmasnya sangat dibutuhkan untuk mengawal kegiatan nyongkolan agar berjalan lancar dan aman. Namun tidak hanya Bhabinkamtibmas saja yang hadir, Satuan Sabhara dan Lalu Lintas turut serta untuk membantu agar arus lalu lintas serta jalannya nyongkolan berjalan lancar dan mengurangi kemacetan.

“Nyongkolan merupakan budaya yang unik dan hanya ada di Lombok Nusa Tenggara Barat” ungkap Kasubbag Humas Polres Mataram.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close