Masuk Polisi itu Bersih lhoooooo !!!!!

sambutan Kapolda NTB

Mataram – Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli M.Si. menghadiri penandatanganan pakta integritas panitia penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) T.A. 2017 yang digelar oleh SDM Polda NTB.

Acara tersebut berlangsung pada hari Rabu tanggal (1/3) yang dihadiri oleh panitia, pengawas internal / eksternal dan orang tua peserta penyelenggaraan rekruitmen SIPSS T.A. 2017 di Rupatama Polda NTB.

Kapolda NTB melalui media tribratanews.ntb.polri.go.id dalam sambutannya menyampaikan penekanan dan arahan kepada panitia, pengawas internal / eksternal, dan orang tua peserta di dalam penyelenggaraan rekuritmen sipss t.a. 2017, “Implementasikan prinsip-prinsip rekruitmen  dengan baik. Oleh karena itu, semua panitia  harus memahami dan melaksanakan itu dengan benar,” Imbuh Kapolda.

Mantan ajudan Wakil Presiden Budiono ini juga menekankan “lakukan terus upaya pencitraan polri untuk  meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ingat bahwa kepercayaan masyarakat  merupakan modal dasar bagi kita untuk membangun polri yang lebih baik lagi, cegah KKN dalam penerimaan sipss ini, laksanakan secara transparan dan akuntabel dengan mengutamakan prinsip betah dan bersifat clean and clear”.

Kapolda bintang satu ini juga menambahkan “memberi dan menerima sesuatu (gratifikasi) termasuk korupsi dan dikenakan pasal 16 uu tipikor, pengawasan dari internal maupun eksternal saya harapkan dapat dilaksanakan seoptimal mungkin sehingga kisaran – kisaran suara sumbang tidak terdengar, dan dapat memberikan feed back jika dalam pelaksanaan seleksi masih ditemukan hal – hal yang menyimpang”.

Kapolda NTB juga memberikan pengarahan kepada seluruh peserta SIPSS bahwa harus yakin dan tetap melakukan ikhtiar dalam upaya melakukan sesuatu, bersaing secara sehat dan jangan percaya atas iming-iming atau janji-janji kelulusan, jika gagal tahun ini jangan patah semangat, harus terus mencoba, sebab Mencoba sekali dua kali saja tidak akan cukup. Kamu harus coba berkali-kali.

Dipenghujung acara, panitia mengundang para orang tua yang putra putrinya telah lulus menjadi anggota Polri tanpa diskriminasi, tanpa uang dan melalui tahapan yang clear and clean.

Orang tua pertama yang putra putrinya telah lulus menjadi anggota Polri tanpa uang atas nama Marzoan Umar, alamat Bagek Longgek Timur, kelurahan Rakam, kecamatan Selong, Lotim, pekerjaan marbot masjid / honorer, orang tua dari Nurul Komala Safitri yang lulus bintara Polri 2016, Ia mengatakan “anak saya lulus murni, tanpa sogokan, sekarang anak saya bertugas di Dit Intelkam Polda NTB dengan jabatan PS. Ur Gaji,” papar Pak Marzoan.

Orang tua kedua yang putra putrinya telah lulus menjadi anggota Polri tanpa uang atas nama Harsono, alamat Jl. Peternakan Gg. Seruni, Kebun Duren Kel. Selagalas Mataram pekerjaan TNI AD (POM TNI), orang tua dari Wahyu Dwi Mangun D. lulusan Akpol Tahun 2016, Ia mengatakan “demi Allah saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk mendaftarkan anak saya mejadi anggota Polri, kalau saya bohong keluar saya dari Polda ini berani saya ditabrak truck jika saya bohong kalau anak saya lulus Polisi saya nyogok, saya sekarang anggota POM TNI AD dari Tamtama, rumah ajak saya masih kredit, dari mana saya punya uang untuk menyogok agar anak saya lulus polisi, orang saya ajak susah, saya juga kemaren pas anak saya daftar akpol saya menyamar seperti intel, pakai celana pendek kemudian masuk ke tempat pendaftaran dan juga saya liat saya ikuti cara seleksi akpol kemaren itu dan ternyata bener itu adalah bersih, saya yang jadi saksinya kalau penerimaan polisi sekarang itu bersih, saya jamin itu,” jelas pak Harsono dengan tegas.

Orang tua selanjutnya yaitu Wayan Dana Dusun Alas Malang, Desa       Tempos Kec. Gerung – Lobar, pekerjaan petani, orang tua dari I Gde Krisna Arsana yang lulus SIPSS tahun 2016, “ anak saya daftar Polisi sebanyak 5 kali empat kali saya temenin anak saya, trus yang kelima kalinya anak saya daftar sendiri tidak kasih tau saya, tidak kasih tau ibunya, saya gak tau kalok anak saya daftar polisi, tapi kenapa anak saya daftar tanpa saya temenin daftar disitu tempatnya dia lulus, nah terus bagaimana saya mau nyogok untuk mendaftarkan anak saya biar lulus polisi, saya ajak gak tau kalok anak saya daftar polisi,” terang pak Wayan Dana.

Orang tua terakhir yaitu Sudirman alamat Desa. Bonjeruk, kec. Jonggat Lombok Tengah, pekerjaan petani, Ia mengatakan saya itu orang susah saya sebagai petani tetapi syukur anak saya bisa lulus, dan sekarang anak saya bertugas di Brimob Kelapa Dua,” tutup pak Sudirman. [Viz-Spripim]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close