Pernah Divonis 4 Tahun Penjara, Wanita Ini Kembali Ditangkap Polisi

press release subdit iii dit narkoba polda ntb di lobi polda ntb

Mataram – Berinisial NS Alias Culik, wanita berunur 40 tahun asal Kelurahan Karang Medain, Kota Mataram ini seakan tidak jera dengan hukuman yang ditelah diterima sebelumnya, pasalnya ia kembali ditangkap polisi dengan kasus perkara tindak pidana yang sama pada hari sabtu (18/2) lalu.

Diungkapkan Kasubdit III Direktorat Reserse Nakoba Polda NTB AKBP Anak Agung Gede Agung kepada awak media, Kamis (2/3) di Lobi Polda NTB, bahwa yang bersangkutan pernah divonis penjara 4 tahun lamanya.

“Secara trek record, pelaku ini merupakan residivis, pada tahun 2011, pelaku juga pernah dilakukan penangkapan, dilakukuan proses penyidikan, dalam proses tersebut pelaku udah divonis 4 tahun penjara,” ungkap Kasubdit III Direktorat Reserse Nakoba Polda NTB AKBP Anak Agung Gede Agung.

Dalam kronologis penangkapan terhadap yang bersangkutan, petugas sempat melakukan kejar-kejaran, namun berhasil ditngkap dan diamankan beserta barang bukti yang ada padanya, narkoba jenis shabu dengan berat kotor hampir 12 gram netto.

“Barang bukti ini ada disebelah kanan pelaku, dan pada saat pengungkapan ataupun pada saat penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri namun berhasil kami amankan,” tambahnya.

barang bukti yang berhasil diamankan petugas

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah plastik hitam berisikan 22 poket narkoba siap edar berat bersih 6.48 gram, satu kotak HP, satu timbangan elektonik, 2 korek api, 1 tas kuning, satu buah HP, uang sejumlah Rp. 1.715.000.

“Dalam pengungkapan tersebut kita mendapatkan atau menyita barang bukti sebanyak 24 poket sabu yang siap edar,” tuturnya.

Terhadap yang bersangkutan petugas akan jerat dengan pasal 114 ayat 1&2, pasal 112 ayat 1&2 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman kurungan lebih dari 3 tahun penjara.

“Hingga saat ini pelaku dan barang bukti yang kita dapakan, kita lakukan proses penyidikan,” tandasnya. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close