Gara – Gara Berebut Jadwal Party, Pemilik Bar Di Kuta Nyaris Bentrok

Musyawarah antar pemilik bar yang dipimpin langsung oleh Kapolsek kuta, Kapolsek Pujut dan Kepala Desa Kuta

Praya – suatu permasalahan walau sebenarnya merupakan hal kecil akan berbuntut panjang jika tidak dilakukan dengan kepala dingin. Di negara yang berideologi demokrasi tentunya mempunyai langkah jitu untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Layaknya yang ditunjukkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kuta (Polsek) IPTU Akmal dalam menyelesaikan masalah antar pemilik bar yang beroprasi di kawasan wisata dengan cara musyawarah bersama pada Senin (27/02) bertempat di Mapolsek.

Permasalahan ini berakar pada penjadwalan acara live music party yang bentrok antar pemilik Bar Surfer dan Bar Jungle. Kedua bar menginginkan party-nya diadakan pada malam Selasa dikarenakan tergiur dengan jumlah wisatawan yang terlihat membanjiri kawasan wisata saat itu. Penyelesaian kedua belah pihak tidak menunjukkan kepala dingin, membuat IPTU Akmal mengambil langkah untuk mengumpulkan seluruh  pemilik bar untuk dilakukan penjadwalan ulang.

“kedua bar nyaris bentrok akibat berebutan jadwal party yang diadakan malam selasa, bahkan salah satunya sampai melakukan penyegatan pemasangan sound sistem. Kami berinisiatif untuk melakukan penjadwalan ulang bagi setiap bar agar tidak terjadi lagi hal yang serupa,” jelas Kapolsek Kuta.

Potensi keributan yang tinggi serta sensitif karena telah menyerepet masalah ekonomi membuat kapolsek kuta mengundang para pemilik bar untuk melakukan musyawarah di mapolsek. Terlihat sebanyak 6 pemilik bar siap menyikapi masalah ini walaupun salah satu pemilik bar enggan yang bahkan akar dari masalahnya enggan untuk berembuk bersama.

“Kami masih belum dapat mengonfirmasi alasan ketidakdatangan pemilik Bar Surfer, tetapi kami sudah menentukan jadwal party-nya agar tidak terjadi bentrokan dengan bar lain. Tidak ada kepentingan kami untuk memihak kepada salah satu pemilik ini. Hal ini kami lakukan bertujuan agar seluruh bar mendapat giliran memperoleh rezeki optimal tanpa harus berbagi pelanggan,” panjang lebar IPTU Akmal.

Hasil dari rembuk bersama yang dimulai pukul 21.00 wita hingga 01.00 dini hari dan dihadiri Kapolsek Pujut dan Kepala Desa Kuta ini selain menghasilkan penjadwalan live music party juga menghasilkan kebijakan khusus yang tentunya telah disepakati bersama demi kemajuan sektoral wisata di wilayah Kuta ini.

Di lain kesempatan ia juga menghimbau kepada masyarakat lainnya yang memiliki suatu konflik bersama/konflik sosial agar senantiasa menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan jika memerlukan bantuan untuk mediator dapat menghubungi pemerintah desa, aparat kepolisian atau instansi terkait lainnya.

Penulis & Publish : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close