Bom ikan masih marak di NTB

Tribratanews.ntb.go.id-Satuan Unit Kapal Polisi KP.XXI-2004 Polres Sumbawa yang beroprasi di Wilayah Perairan Alas berhasil amankan pelaku penangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak (handak) atau bom ikan.

Dir Polair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusomo memberikan keterangan bahwa pihaknya yaitu unit Kapal Polisi (KP) XXI-2004 telah melakukan penangkapan terhadap nelayan yang diduga menangkap ikan dengan meggunakan handak  (potasium) pada hari Senin (27/2) di Wilayah Perairan Labu Padi Kecamatan Utan – Sumbawa.

Saat dikonfirmas kronologis kejadiannya, beliau mengatakan “pada saat anggota melaksanakan Patroli rutin, sekitar pukul 08.16 Wita, menemukan satu orang nelayan, AR (inisial), yang sedang menangkap ikan menggunakan potassium”.

“Kejadiannya di Perairan Labu Padi, Sumbawa, dan proses penangkapan nelayan tersebut  dilaksanakan sesuai prosedur yaitu dengan memantau nelayan tersebut terlebih dahulu, baru kemudian ambil tindakan dengan memerintahkan mematikan mesin untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan” jelasnya.

Kejadian ini berawal dari Anggota yang berangkat dari Pelabuhan Badas menuju Perairan Alas untuk laksanakan patroli rutin namun saat memasuki Perairan Labu melihat perahu/sampan melaju dengan cepat, kemudian anggota bersuaha mendekati sampan/perahu tersebut namun dari jarak kurang lebih 15 meter, anggota melihat pelaku membuang plastik ke laut yang diduga berisi handak.

Saat diperiksa lebih lanjut ditemukan 1 buah serok berisi ikan yang diduga hasil pengeboman, 1 kotak korek api yang sudah tercecer , 1 buah kacamata selam , gunting, rokok  dan snack. Saat ditanya, AR (30), berdalih hanya memancing dan memungut ikan dari hasil pengeboman sekali lempar yg di lakukan oleh sampan lain, namun saat diperiksa lebih lanjut, tidak ditemukan alat pancing lainnya.

“Dia (pelaku) langsung digiring ke pos kami di Alas untuk dimintai keterangan, baru kemudian di bawa ke Polres Sumbawa beserta BB (barang bukti) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara dititipkan di Polres” ujar Edwin menegaskan.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Polair Polres Sumbawa, dan pelaku AR untuk sementara dititip di sel tahanan Polres Sumbawa untuk keperluan administrasi penyidikannya.

Akibat perbuatannya AR dapat dijerat Pasal 84 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 juncto Pasal 85 UU No. 45/2009 tentang Perubahan atas UU No. 31/2004 tentang Perikanan. (edw)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close