Terbinanya Kamtibmas yang Mantap di Akhir Pekan

Mataram 26 Februari 2017 Untuk terbinanya ketentraman yang dapat menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat dalmas POLDA NTB melaksanakan patroli di akhir pekan ini. Patroli di awali dengan menyiapkan perlengkapan perorangan, kendaraan maupun persenjataan. Sebelum melaksanakan tugas anggota berdoa supaya diberi keselamatan dalam bertugas.

Pergerakan patroli pertama anggota mengunjungi Masjid Islamic Centra Lawata untuk mengajak masyarakat/jemaah masjid diskusi, memberikan edukasi tentang bahayanya faham-faham radikalisme kepada masyarakat. Giat ini merupakan program QW no 1 , anggota dalmas melakukan patroli rutin ke tempat-tempat yang berkaitan dengan bidang keagamaan seperti masjid atau pesantren. Bergeser menuju ke Masjid Agung Al mutakin dengan tujuan yang sama memberikan pesan-pesan kepada jamaah agar tidak mengikuti organisasi yang anti dengan Pancasila. Polri sendiri untuk penangkalan Kelompok Radikalisme dan Anti Pancasila melakukan tiga cara yaitu cara pra preventif, preentif dan reprsesif. Saat ini Polri lebih fokus pada upaya preventif bersama masyarakat agar tidak terpengaruh.

Selanjutnya anggota beralih menuju Terminal Mandalika untuk melaksanakan QW no 3, Dialogis dengan masyarakat disana, menyaring informasi tentang keadaan terminal dan bertanya apa keluh kesah masyarakat selama beraktivitas di tempat tersebut. Anggota melaksanakan patroli jalan kaki mengelilingi terminal guna mencegah niat dan kesempatan pelaku kriminal. Polisi akan terus memantau serta mengantisipasi tempat-tempat umum yang sering dijadikan tempat mangkalnya para preman. Kegiatan tersebut merupakan bukti nyata keseriusan polri dalam pembersihan preman premanisme.

Selanjutnya anggota dalmas mengunjungi pantai Kelui, senggigi untuk memantau aktivitas yang sedang berwisata di area tersebut. Berdialogis dengan para pengunjung wisata menghimbau untuk tetap memperhatikan keluarganya yang sedang berenang. Anggota mengingatkan agar masyarakat tetap waspada akan gelombang air laut, jika gelombang tinggi hendaknya tidak pergi berenang.

Revolusi mental ditubuh Polri diwujudkan dengan pemberian sembako kepada masyarakat kurang mampu yang anggota temukan ketika melaksanakan patroli. Pemberian paketan sembako diberikan kepada kakek Sirojudin berusia 67 tahun alamat Pemenang Lombok Utara. Pemberian kedua anggota dalmas berikan kepada kakek Muklisin 80 tahun tidak punya pekerjaan alamat Tanjung Lotara. Semoga dengan memberikan sebagian rizki ini dapat meringankan beban hidup masyarakat yang membutuhkan.

“Terima kasih pelaksanaan giat hari ini, tetap semangat melaksanakan tugas dan tetap bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa” ungkap Bripka Putu Swarjana.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close