Polisi Tetapkan Status SA “Pendiri Rumah Mengenal Quran” Tersangka

kabid humas polda ntb akbp dra tri budi pangastuti mm

Mataram – Terhadap SA pendiri Rumah Mengenal Quran, akhirnya polisi menetapkan dirinya menjadi status tersangka, dengan tuduhan menyebarkan aliran sesat.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti kepada media menuturkan, bahwa penetapan tersebut sudah melalui pertimbangan dari penyidik, setelah dilakukan pemeriksaan dari sejumlah para saksi.

“Dari hasil penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dugaan penodaan agama,” ungkap Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, Rabu (22/2) di ruang kerjanya.

Ditambahkan Kabid Humas, terhadap yang bersangkutan, polisi akanjerat dengan pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. Dimana unsur pidana yang menguatkan SA menjadi tersangka berdasarkan dari pernyataan ahli pidana, ahli agama, dan ahli bahasa.

“Ada unsur dia juga menyebarkan ajarannya dengan cara mengajak orang datang ke rumahnya dan memberikan selebaran serta uang tunai,” tambah AKBP Tri Budi

Selain itu, SA juga mengajak orang melalui situs web dan mengundang seseorang untuk datang ke rumahnya, memberikan selebaran, serta uang tunai.

“Dia (terlapor) pernah mengundang siswa-siswa. Yang datang ke sana itu dikasih selebaran sama uang di dalam amplop isinya Rp 50 ribu,” imbuh Kabid Humas

Ia menyebutkan, Subdit I bidang Kemanan Negara Ditreskrimum Polda NTB akan memanggil SA untuk diperiksa sebagai tersangka pada Jumat, 24 Februari 2017 mendatang.

“Akan diperiksa sebagai tersangka. Surat panggilannya sudah disampaikan,” tandas AKBP Tri Budi. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close