KAPOLRES LOTIM TIDAK SETENGAH-SETENGAH BERANTAS PUNGLI

KAPOLRES LOTIM SAAT DIWAWANCARAI OLEH WARTAWAN

tribratanewsntb.com_Selong – Sejak beberapa bulan terakhir. Di Indonesia kerap dimunculkan petugas yang dibentuk pemerintah untuk memberantas pungutan liar (pungli) yang sudah menjadi hal yang biasa di tengah masyarakat. Petugas itu dinamakan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Di Lombok Timur sendiri, Satgas yang akan konsentrasi terhadap pemberantasan pungli ini diketuai Wakapolres Lombok Timur, Kompol Nanang Budi Santosa, S.I.K.

Untuk mendukung kerja Satgas Saber Pungli, Kapolres Lombok Timur, AKBP Wingky Adhityo Kusumo, S.I.K menegaskan komitmennya untuk tidak setengah-setengah dalam memberantas praktik pungutan liar. Termasuk, terhadap praktik pungli yang terjadi di lingkup Polres Lombok Timur sendiri yang kerap disebut-sebut sebagai tempat maraknya calo yang menjadi penggerak praktik pungli.

Di lingkup Kepolisian, pengurusan STNK dan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) kerap dijadikan ajang bisnis para calo. Untuk mengatasi hal tersebut, Kapolres telah membersihkan para calo yang kerap wara-wiri di lingkungan pembuatan SIM dan pengurusan STNK.

“Calo itu tidak banyak, orangnya itu-itu saja. Mudah dikenali. Sekarang, di setiap ruangan layanan, kita sudah pasang camera pengintai yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengawasi praktik pungli. Hal ini sebagai upaya nyata Polisi dalam memberantas praktik pungli”, ungkap Kapolres di Selong, Kamis (12/1/17) kemarin usai pengukuhan Satgas Saber Pungli Kabupaten Lombok Timur.

Kapolres juga mendorong masyarakat agar berani melapor ke Polisi, jika mengalami dan melihat praktik pungli di lapangan. Petugas akan menjaga kerahasiaan pelapor sebagai upaya menjaga keselamatan pelapor.

Begitupun halnya, dengan praktik pungli yang biasa terjadi pada saat dilakukannya operasi kendaraan di jalan raya. Khususnya, di jalan-jalan desa yang cukup sepi. Masyarakat diberikan ruang untuk mempertanyakan kepada petugas razia terkait legalitas operasi yang dilakukan, untuk menghindari adanya oknum petugas yang melakukan razia illegal. (ARº³)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close