Kisah Haru Seorang Wanita Mu’alaf Yang Di Rangkul Oleh Bhabin Desa Kokarlian Bripka Sugianto

 Tribratanewsntb_Taliwang.

                Seseorang yang masuk Islam karena pilihan, tentunya telah mengalami pergulatan batin yang luar biasa dan pertimbangan yang matang. Dia harus menundukkan hatinya untuk dapat menerima dan meyakini kebenaran baru. Selanjutnya, dia harus mempertimbangkan aspek sosial ekonomi sebagai konsekuensi atas pilihannya itu.

Mungkin saja dia akan kehilangan pekerjaan. Atau, bisa jadi dia akan dikucilkan dari keluarga, bahkan diasingkan dari komunitas lamanya. Melihat betapa kompleksnya dampak pilihan ini, maka apabila dia tetap merasa yakin dengan kebenaran Islam, dia harus berserah diri dan pasrah dengan risiko apa pun.

Inilah yang di alami oleh seorang wanita bernama Aisyah berstatus sebagai istri kedua dari seorang pria bernama dedi lantas membuat ujiannya dalam menapaki keyakinan baru terasa semakin berat. Hal ini yang membuat hati seorang Bhabin Kamtibmas Des Kokarlian Bripka Sugianto tergugah untuk menolong sesama. Karena pada dasarnya tugas pokok insan kepolisian Republik Indonesia adalah melindungi mengayomi dan melayani masyarakat.

Melihat keadaan warga binaannya tersebut Bripka Sugianto (04/01/17) menyempatkan diri untuk mencoba membantu permasalahan yang sedang dialami Ibu Aisyah tersebut bersama dengan istrinya. Bripka Sugianto mendatangi tempat tinggal Ibu Aisyah tersebut mirisnya lagi tempat tinggal yang di tempati oleh Ibu Aisyah tersebut bukan milik sendiri melainkan bentuk kepedulian seorang Kepala Dusun (Sopian) RT01 Desa Kokarlian Kecamatan Seteluk terhadap Ibu Aisyah.

Pada saat di konfirmasi melalui telpon, Bripka Sugianto menerangkan bahwa sudah sepatutunya kita saling membantu sesama apa lagi kita tahu bahwa Ibu Aisyah ini adalah Mu’alaf. Dalam ajaran agama islam pun memerintahkan/mengharuskan kita untuk merangkul dan menolong orang yang sedang dalam kesulitan salah satunya orang yang baru masuk islam/mu’alaf. Ini juga merupakan tugas dari kepolisisan serta mendukung Program commander wish Kapolri no1 tentang Reformasi Kultural tambahnya.

Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasubag Humas mengapresiasi kegiatan Anggota tersebut bahkan mensuport kegiatan seperti itu melalui adanya program Rp. 1000 yang dilakukan setiap 3 kali dalam satu minggu dan hasil dari sumbangsih seluruh anggota sumbawa barat tersebut disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu termasuk dalam hal ini (mu’alaf). Tentu sama-sama kita tahu sepak terjang Kapolres tentang kepedulian terhadap sesama melalui bantuan-bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat KSB baik itu material maupun jasa, beliau disamping menjalankan tugas pokok sebagai Pimpinan tertinggi di Polres Sumbawa Barat ini juga mempunyai jiwa kedermawanan yang cukup tinggi, tegas Kasubag Humas.

Mari kita sebagai makhluk sosial yang memang diciptakan saling membutuhkan antar sesama kita bersinergitas untuk saling membantu dalam hal demikian karena pada dasarnya sebabik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. (cjZed)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close