Lagi, UPPA Polres Sumbawa Barat Usut Kasus Persetubuhan

28 Desember, 2016
97 Views

Ilustrasi Persetubuhan kepada anak dibawah umur

Tribratanewsntb_taliwang. Belum lama TP kasus persetubuhan antara pasangan HMN dan ND yang beberapa waktu lalu masih hangat dalam lingkup Fungsi UPPA Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat, kini kembali terulang oleh sepasang kekasih yang berbeda. Kejadian seperti ini kembali terjadi  oleh sepasang kekasih berinisial FM (19) th dan DW yang baru menginjak usia (15) th (dibawah umur). Memang birahi  tak memandang siapa saja yang akan dirasukinya, namun juga hukum harus bertindak jika sepasang kekasih yang masih dibawah umur melakukan hal yang seperti orang dewasa lakukan (intim).

Menurut hasil pemeriksaan yang di himpun oleh anggota UPPA sat reskrim Polres Sumbawa Barat dari beberapa saksi berikut dengan pelaku FM bahwa, kronologi terjadinya tindak pidana persetubuhan antara pelaku FM dengan korban DW ini dikarenakan hubungan percintaan mereka yang selama ini mereka jalin sejak 11 desember 2015 hingga 28 juli 2016. Selain sering memberikan uang, pelaku juga membelikan Boneka, tas dan sepatu sehingga membuat korban DW semakin senang dengan kekasihnya FM. (28/12)

DW yaitu sang korban yang juga tertarik terhadap pelaku karena skillnya sebagai potografer, sering disuruh untuk datang kerumah pelaku di Rt 08/02 Dsn. Muhajirin Ds. Bukit damai Kec. Maluk Ksb untuk di ajaknya latihan memotret menggunakan kamera pelaku. Karena terpengaruh oleh bujukan birahinya pelaku yang ketika itu juga langsung mengambil kesempatan dan menurut pengakuan, Pelaku menyetubuhi korban sebanyak tiga kali di jam dan hari yang berbeda.

Terungkapnya kelakuan sepasang kekasih ini pada tgl 12 november 2016 karena sang korban yaitu DW mengidap penyakit kelamin (herpes) yang kemudian korban mengakui perbuatan FM kepada ayahnya bahwa sudah tiga kali disetubuhi oleh sang kekasih FM di kamar rumahnya.

Kemudian tindakan yang selanjutnya dilakukan oleh anggota UPPA Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat, yakni mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti dan kemudian pelaku di jerat dengan pasal 76D Jo, pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar rupiah. (ah)

You may be interested

Dalmas Polda NTB : Kami Tak Gentar Hadapi Aksi Terorisme
Binkam
shares2 views
Binkam
shares2 views

Dalmas Polda NTB : Kami Tak Gentar Hadapi Aksi Terorisme

DIT SABHARA - Agu 21, 2017

Mataram - Maraknya ancaman teroris yang berkembang akhir-akhir ini di Indonesia memberikan sinyal bahaya bagi masyarakat sipil terlebih aparat kepolisian…

Belajar Dari Kejadian di Barcelona, Polda NTB Perkuat ‘Buddy System’
Headline
shares2 views
Headline
shares2 views

Belajar Dari Kejadian di Barcelona, Polda NTB Perkuat ‘Buddy System’

adminpolda 7 - Agu 21, 2017

[caption id="attachment_37390" align="alignnone" width="540"] ilustrasi teroris[/caption] Mataram - Serangan teror kelompok berakal prematur masih belum usai, bukan hanya di Indonesia,…

Polisi Gagalkan Peredaran 15 Poket Sabu di Gomong
Umum
shares7 views
Umum
shares7 views

Polisi Gagalkan Peredaran 15 Poket Sabu di Gomong

adminpolda 2 - Agu 21, 2017

[caption id="attachment_37407" align="alignnone" width="700"] release narkoba subdit ii[/caption] Mataram - Sebanyak 15 poket narkoba jenis sabu siap edar berhasil digagalkan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.