Lagi, UPPA Polres Sumbawa Barat Usut Kasus Persetubuhan

28 Desember, 2016
135 Views

Ilustrasi Persetubuhan kepada anak dibawah umur

Tribratanewsntb_taliwang. Belum lama TP kasus persetubuhan antara pasangan HMN dan ND yang beberapa waktu lalu masih hangat dalam lingkup Fungsi UPPA Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat, kini kembali terulang oleh sepasang kekasih yang berbeda. Kejadian seperti ini kembali terjadi  oleh sepasang kekasih berinisial FM (19) th dan DW yang baru menginjak usia (15) th (dibawah umur). Memang birahi  tak memandang siapa saja yang akan dirasukinya, namun juga hukum harus bertindak jika sepasang kekasih yang masih dibawah umur melakukan hal yang seperti orang dewasa lakukan (intim).

Menurut hasil pemeriksaan yang di himpun oleh anggota UPPA sat reskrim Polres Sumbawa Barat dari beberapa saksi berikut dengan pelaku FM bahwa, kronologi terjadinya tindak pidana persetubuhan antara pelaku FM dengan korban DW ini dikarenakan hubungan percintaan mereka yang selama ini mereka jalin sejak 11 desember 2015 hingga 28 juli 2016. Selain sering memberikan uang, pelaku juga membelikan Boneka, tas dan sepatu sehingga membuat korban DW semakin senang dengan kekasihnya FM. (28/12)

DW yaitu sang korban yang juga tertarik terhadap pelaku karena skillnya sebagai potografer, sering disuruh untuk datang kerumah pelaku di Rt 08/02 Dsn. Muhajirin Ds. Bukit damai Kec. Maluk Ksb untuk di ajaknya latihan memotret menggunakan kamera pelaku. Karena terpengaruh oleh bujukan birahinya pelaku yang ketika itu juga langsung mengambil kesempatan dan menurut pengakuan, Pelaku menyetubuhi korban sebanyak tiga kali di jam dan hari yang berbeda.

Terungkapnya kelakuan sepasang kekasih ini pada tgl 12 november 2016 karena sang korban yaitu DW mengidap penyakit kelamin (herpes) yang kemudian korban mengakui perbuatan FM kepada ayahnya bahwa sudah tiga kali disetubuhi oleh sang kekasih FM di kamar rumahnya.

Kemudian tindakan yang selanjutnya dilakukan oleh anggota UPPA Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat, yakni mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti dan kemudian pelaku di jerat dengan pasal 76D Jo, pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar rupiah. (ah)

You may be interested

Pangdam Udayana Nyatakan Keamanan Presiden adalah Prioritas Tertinggi
Headline
shares1 views
Headline
shares1 views

Pangdam Udayana Nyatakan Keamanan Presiden adalah Prioritas Tertinggi

adminpolda 7 - Okt 19, 2017

[caption id="attachment_41478" align="alignnone" width="600"] Pangdam IX/Udayana Mayjen Komaruddin[/caption] Mataram – Persiapan pengamanan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo yang akan dilaksanakan…

Pelayanan Publik Polres Mataram Mendapat Predikat Sangat Baik
Headline
shares4 views
Headline
shares4 views

Pelayanan Publik Polres Mataram Mendapat Predikat Sangat Baik

Polres Mataram - Okt 19, 2017

Mataram - Hari ini Rabu (18/10) Polres Mataram mendapat kunjungan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi (Kemen PAN…

Satresnarkoba Polres Bima Berhasil Ringkus Pengguna Narkoba
Reskrim
shares7 views
Reskrim
shares7 views

Satresnarkoba Polres Bima Berhasil Ringkus Pengguna Narkoba

Polres Bima Kabupaten - Okt 19, 2017

[caption id="attachment_41465" align="aligncenter" width="300"] Satresnarkoba dan Anggota Patmor bersama pelaku[/caption] Panda - Rabu (18/10) Sekitar pukul 09.00 WITA anggota satresnarkoba bersama…

Leave a Comment

Your email address will not be published.