INILAH KASUS YANG TERJADI DI WILAYAH HUKUM POLDA NTB 2016, LUAR BIASA BANYAKNYA !!!

27 Desember, 2016
163 Views

Sambutan sekaligus paparan Kapolda NTB

tribratanewsntb.com – Mataram, Kasus yang ditangani pihak Kepolisian tahun 2016 di wilayah hukum Polda NTB cukup mencengangkan, bagaimana tidak,  sebab kasus yang terjadi di NTB masih banyak serta meningkat dari tahun 2015 ke tahun 2016, sebagaimana yang di ungkapkan Kapolda NTB dalam acara Jumpa Pers Kapolda akhir tahun 2016, Jumpa Pers ini rutin diselenggarakan setiap akhir tahun untuk memberikan penyampaian dan informasi kepada masyarakat tentang gambaran situasi kamtibmas selama tahun 2016, dan prediksi kamtibmas tahun 2017.

Jumpa Pers Kapolda NTB dilaksanakan Pada Hari jum’at (23/12), yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda NTB, pukul 10.00 wita.

Peserta Jumpa Pers ini, dihadiri oleh Pejabat Utama Polda NTB serta para wartawan dan pers dari media cetak dan elektronik yang ada di NTB.

Peserta Jumpa Pers Kapolda Tahun 2016

Dalam acara tersebut, Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono SH. MH. kepada media tribratanewsntb.com menjelaskan bahwa perkembangan situasi nasional yang terjadi di wilayah NTB, seperti perkembangan kasus dugaan penistaan agama (islam) oleh cagub DKI Jakarta Ir. Tjahaya Purnama (Ahok), Serta adanya upaya dari kelompok radikal atau terorisme.

“Perkembangan situasi nasional yang menonjol tahun 2016 yaitu perkembangan kasus dugaan penistaan agama (Islam) oleh cagub Dki Jakarta Ir. Tjahaya Purnama (Ahok) telah berdampak terhadap meningkatnya situasi kamtibmas secara nasional, dengan munculnya aksi-aksi protes oleh kelompok Ormas Islam, para Ulama dan masyarakat Islam dalam bentuk gelombang aksi unras (411 dan 212)” imbuhnya.

“Adanya upaya dari kelompok radikal atau terorisme yang memanfaatkan situasi untuk melaksanakan aksi-aksi teror dengan sasaran Pemerintah dan kelompok minoritas nasrani, yang terindikasi dari terjadinya aksi-aksi bom terhadap tempat ibadah Gereja dan beberapa penangkapan terhadap para pelaku terorisme di Indonesia seperti teror Gereja Oekumene, penangkapan di Majalengka, Jawa Barat, Aceh, Banten, Bekasi serta dibeberapa tempat lainnya. Momen hari Raya besar seperti Natal dan Tahun Baru akan selalu dimanfaatkan oleh kelompok teroris untuk melaksanakan aksinya dalam rangka untuk menunjukan eksistensi mereka maupun sebagai bentuk balas dendam terhadap aparat keamanan khususnya Polri yang dinilai sebagai ancaman dalam menggagalkan tujuan kelompok tersebut” sambung Kapolda.

Kapolda NTB juga menginformasikan jumlah tindak Pidana yang terjadi dalam kurung waktu 2016 di wilayah NTB dari Januari sampai dengan 16 Desember 2016, serta kejahatan yang menonjol atau yang paling besar yang terjadi di NTB.

“crime total atau jumlah tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polda NTB dari Januari sampai dengan 16  Desember tahun 2016  sebanyak 9.231 kasus tindak pidana dan tahun 2015 sebanyak 8.714 kasus sehingga terjadi peningkatan kasus sebesar 517 kasus atau (6%), jika dibanding periode tahun 2015, serta Kasus menonjol Polda NTB tahun 2016 masih diungguli oleh tindak pidana kriminal (curat, curas dan curanmor)” paparnya.

Kapolda NTB juga memberikan gambaran prediksi kamtibmas tahun 2016 yang akan terjadi di NTB, meliputi kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan yang merugikan kekayaan negara, kejahatan yang berimplikasi kontijensi serta gangguan kamtibmas lainnya yang perlu mendapatkan perhatian.

“maka secara umum potensi gangguan kamtibmas yang diprediksi akan terjadi di tahun 2017 adalah sebagai berikut kejahatan konvensional yang meliputi premanisme, judi, tipu gelap, penganiayaan, sengketa tanah, curat, curas, curanmor, pembunuhan, penculikan dan pemalsuan. Kemudian yang kedua kejahatan transnasional meliputi perdagangan manusia (human trafficking), terorisme, imigran gelap, cyber crime, narkoba. Yang ke tiga kejahatan yang merugikan kekayaan negara yang meliputi korupsi, penyelundupan, pembalakan dan penambangan liar, pencemaran dan perusakan lingkungan. Yang ke empat kejahatan yang berimplikasi kontijensi seperti pemekaran wilayah, aksi unras yg anarkhis, perkelahian kampung. Selanjutnya gangguan kamtibmas lainnya yang perlu mendapat perhatian diantaranya adalah bencana alam seperti erupsi anak gunung rinjani (barujari), tanah longsor, banjir, gempa bumi, gelombang laut tinggi, angin puting beliung dan lain-lain” ungkapnya. [viiiz]

You may be interested

Ops Antik Gatarin 2017, Team Opsnal Polres Lombok Utara Ringkus 2 Pelaku Pengedar Narkoba Di Dua Lokasi
Binkam
shares0 views
Binkam
shares0 views

Ops Antik Gatarin 2017, Team Opsnal Polres Lombok Utara Ringkus 2 Pelaku Pengedar Narkoba Di Dua Lokasi

Polres KLU - Okt 18, 2017

Lombok Utara - Selama Operasi Antik gatarin 2017 yang digelar mulai 16 sampai 29 Oktober 2017, Team Opsnal Polres Lombok…

Tertangkap Tangan Punya Shabu, Ketiga Pelaku Ternyata Masih Pelajar
Featured
shares10 views
Featured
shares10 views

Tertangkap Tangan Punya Shabu, Ketiga Pelaku Ternyata Masih Pelajar

Polres Lombok Tengah - Okt 18, 2017

[caption id="attachment_1884" align="alignleft" width="380"] 3 Pelajar dan Barang Bukti (18/10)[/caption] Praya –  mesti berbangga atau heran ternganga melihat apa yang…

H-1 Pilkades Serentak 6 Desa, Bhabinkamtibmas Kawal Pendistribusian Kotak Suara
Binkam
shares5 views
Binkam
shares5 views

H-1 Pilkades Serentak 6 Desa, Bhabinkamtibmas Kawal Pendistribusian Kotak Suara

Polres KLU - Okt 18, 2017

Lombok Utara - Sehari menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Utara mulai dilakukan pendistribusian kotak suara…

Leave a Comment

Your email address will not be published.