Polresta Bima Evakuasi Terduga Pelaku Jambret Dari Amukan Warga

Bima – aksi main hakim sendiri terjadi lagi, kali ini menimpa seorang warga Dusun Sakolo Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten bima. Korban AR (21) meregang nyawa akibat amukan warga karena ia diduga sebagai pelaku jambret pada rabu malam kemarin (20/12).

Sebelumnya di jalan Pahlawan Amahami Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima terjadi tindak pidana curas (jambret) yang menimpa korban Wulan (21) asal Desa Belo Kecamatan Palibelo Bima yang berboncengan dengan temannya Sri Pertiwi (18). Saat melintas di TKP pelaku menarik tas yang disandang korban lalu kabur kearah Kelurahan Sambinae Kota Bima dengan mengendarai sepeda motor merk Kawasaki Ninja warna merah.

Sekitar pukul 21.45 Wita di perbatasan Kelurahan Raba Dompu Timur dengan Kelurahan Kumbe warga melihat ciri-ciri pelaku mengendarai sepeda motor dengan sangat kencang kemudian warga melakukan penghadangan, saat dihentikan salah satu terduga pelaku mengeluarkan parang dan mengayunkan ke arah warga kemudian mereka diteriaki maling.

Karena diteriaki maling kedua terduga pelaku lari kearah barat meninggalkan sepeda motor dan sebuah tas yang diduga milik korban Wulan, sekitar 500 meter dari tempat dihentikan warga tepatnya di jalan raya Lingkungan Lewilowa Kelirahan RFaba Dompu kedua terduga pelaku dihadang oleh warga dan berhasil mengamankan terduga pelaku AR dan menghakiminya sedangkan satu terduga pelaku berhasil lolos dari hadangan warga.

Anggota Polres Kota Bima yang tiba dilokasi langsung mengevakuasi korban dari amukan warga dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Bima, setelah dilakukan tindakan medis sekitar pukul 22.30 Wita dokter menyatakan korban meninggal dunia. Mendapat kabar AR meninggal sekitar 25 orang keluarga dan kerabat korban mendatangi rumah sakit dan sekitar pukul 00.25 Wita jenazah korban dibawa pulang oleh pihak keluarga  dengan menggunakan ambulance rumah sakit dan menolak untuk dilakukan otopsi.

Ketika di hubungi media tribratanewsntb Kapolresta Bima AKBP Ahmad Nurman Ismail,S.IK menyampaikan “Keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan tertulis”. Dari pemeriksaan barang bukti berupa tas yang ditinggalkan oleh terduga pelaku terdapat barang-barang milik korban Wulan, ini dikuatkan dengan ditemukannya identitas korban berupa SIM-C dan kartu ATM atas nama Wulan. “Anggota Dalmas kita siagakan untuk mengantisipasi adanya aksi balas dendam yang akan dilakukan oleh pihak keluarga korban yang meninggal dunia” Imbuh Kapolres. (yos/wea)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close