Berharap Kasusnya Dilupakan Pihak Kepolisian, DPO Curat Sempat Melarikan Diri Ke Kalimantan

img-20161211-wa0001tribratanewsntb.com – tidak sedikit para pelaku kejahatan yang dalam keadaan buron mengambil jalan pintas pergi ke luar daerah berharap kasusnya dilupakan atau lepas dari kejaran. SALAH. Tak peduli seberapa lamapun dan seberapa jauhpun petugas kepolisian sanggup untuk mengejar. Seperti yang dilakukan oleh LF (20) DPO Pencurian dan Pemberatan (Curat) terhadap orang asing pada Sabtu (10/12) tertangkap di Kawasan Pantai Tanjung Aan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Kejadian 27 Agustus 2016 lalu, ketika ia dan beberapa rekan-rekannya melakukan aksi pencurian dan pemberatan terhadap bule di kawasan pantai ketahuan membuatnya harus kocar-kacir mencari tempat perlindungan yang aman dari kejaran pihak kepolisian.

“dari Lima orang pelaku, Tiga orang termasuk saudara LF sudah tertangkap. Bahkan 2 orang lainnya sudah naik ke persidangan. Tinggal Dua orang lagi”. Ungkap kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Loteng AKP Arjuna ketika dimintai keterangan.

Menurut pengakuan pelaku, kembalinya ke kampong halaman dikarenakan situasi telah berujung aman. Aman dari kejaran, aman dari jeratan hukuman. Setelah beberapa dari temannya tertangkap ia memutuskan untuk kembali ke Lombok Tengah. Ia mengira kaburnya akan mendatangkan “keajaiban” bebas dari jeratan hukum, lagi-lagi salah besar bahkan dengan berlari menghindar dari kejaran petugas menjadikan nilai hukuman akan lebih di persidangan.

“Sekarang memang terhitung ramai namun nanti jika turis–turis sudah tidak berani menginjakkan kaki lagi ke kute ini kan menambah persoalan lagi bagi masyarakat banyak. PR kita bagaimana kute akan menjadi destinasi wisata yang ramai dan aman nan indah.” Tambah kapolsek kuta IPTU Akmal.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close