MARAH KARENA DISENGGOL, DUA PEMUDA BAKU HANTAM SAAT NYONGKOLAN

www.tribratanewsntb.com Mataram – Nyongkolan merupakan tradisi yang ada di Lombok Nusa Tenggara Barat yang dimiliki oleh suku Sasak. Nyongkolan merupakan kegiatan / tradisi arak – arakan pengantin yang menggunakan baju adat di iringi oleh keluarga dan gendang beleq, tujuannya untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat. Seperti halnya yang ada pada hari ini Kamis (8/12/2016) yang bertempat dijalan Lingkar Selatan Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Nyongkolan merupakan kegiatan yang diikuti oleh banyak orang dan terkadang membuat jalan sedikit tersendat, Pihak kepolisian yang mempunyai tugas untuk mengamankan kegiatan yang ada dimasyarakat turun langsung untuk mengawal lancarnya tradisi nyongkolan tersebut. Tradisi nyongkolan saat ini sering dihiasi tidak hanya dengan gendang beleq, namun sekarang ini sering dihiasi oleh kecimol untuk meramaikannya dengan diiringi oleh pemuda – pemuda yang berjoget. Namun tidak jarang banyak pemuda yang berjoget dibawah pengaruh minuman beralkohol yang membuat keadaan menjadi memanas dan terjadi perkelahian.

Seperti yang terjadi sore ini, dua orang pemuda yang tengah dalam pengaruh minuman beralkohol saling bersenggolan saat berjoget dan membuat keduanya berkelahi. Kedua pemuda yang saling baku hantam tersebut sempat membuat orang yang ikut nyongkolan menjadi ketakutan, serentak pihak kepolisian yang tengah mengatur lalin langsung berlari menuju pemuda yang sedang baku hantam untuk diamankan. Kedua pemuda tersebut baku hantam hingga terjatuh kelumpur, pihak kepolisian yang berusaha melerai dan mengamankan pemuda – pemuda tersebut. Pihak kepolisian yang dipimpin Danton Dalmas Aipda Eko Santoso berhasil mengamankan kedua pemuda yang tengah mabuk tersebut langsung membawanya ke Mapolsek Ampenan untuk diamankan.

Sampainya di Mapolsek Ampenan, kedua pemuda tersebut diguyur dengan air agar bisa sadar dari pengaruh alkohol. Setelah kedua pemuda tersebut sadar pihak kepolisian langsung memintai keterangan keduanya serta menghubungi keluarga kedua pemuda tersebut. Aksi perkelahian kedua pemuda tersebut langsung diselesaikan secara kekeluargaan di Mapolsek Ampenan dan menghimbau keluarga pemuda – pemuda tersebut agar mengawasi anggota keluarganya agar tidak meminum – minuman beralkohol lagi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close