MERUSAK LAMBANG IDEOLOGI NEGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN

6 Desember, 2016
58 Views

www.tribratanewsntb.com Mataram – Pancasila merupakan ideologi dasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak hanya itu, Pancasila merupakan merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun hari ini Selasa (6/12/2016) masyarakat Desa Dasan Tereng Kecamatan Narmada dikejutkan oleh seorang pria paruh baya yang berusaha merusak lambang Negara Indonesia tersebut dengan menggunakan linggis.

Lokasi kejadian tersebut berada didepan kantor Desa Dasan Tereng Kecamatan Narmada, berawal pada saat seorang pria yang terlihat dari kejauhan berjalan dari arah timur menuju kantor Desa Dasan Tereng. Pria tersebut menggunakan pakaian muslim menggunakan kopiah dan sarung, setelah sampainya didepan kantor Desa Dasan Tereng pria tersebut berhenti dan dan langsung menghampiri patung Pancasila. Masyarakat yang berada di sekitar tidak merasa curiga dengan dengan pria paruh baya tersebut, namun setelah pria paruh baya tersebut menutup patung Pancasila tersebut dengan menggunakan sarung dan sejadah masyarakat sekitar langsung memperhatikannya. Tidak lama kemudian Pria paruh baya tersebut memukul – mukul patung Pancasila tersebut menggunakan sebuah linggir yang berukuran 1 (satu) meter. Dari keterangan masyarakat yang melihat kejadia tersebut, Pria paruh baya tersebut memukul patung Pancasila sambil mengatakan ” patung ini hanya menghalangi orang Islam untuk menjalankan syariat islam”.

Masyarakat yang kaget akan perbuatan pria tersebut langsung mendekatinya dan menegur pria tersebut. Namun saat pria tersebut didekati dan ditegur, pria tersebut malah lari meninggalkan warga yang mendekatinya. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian yakni Polsek Narmada. Pihak kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung menindak lanjuti laporan tersebut dan mencari pelaku pengerusakan patung Pancasila tersebut.

Tidak berapa lama pihak kepolisian menemukan pria paruh baya tersebut, diketahui pria tersebut berinisial DH (35) yang pernah berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah Negri di wilayah Lingsar. Dari keterangan pelaku dan keluarganya, DH telah kehilangan kepercayaannya kepada manusia karena DH menganggap manusia itu munafik dan tidak beriman, DH juga tidak mengetahui perbuatannya itu melawan hukum dan tidak merasa kalau perbuatannya itu salah, pelaku sangat menyukai sosok AMBROZI dan IMAM SAMUDRA. Dari tas pelaku juga didapati buku catatan milik DH yang berisi kata – kata yang beraliran keras dan menjurus radikal.

Dari keterangan keluarga, DH merupakan orang yang tertutup dan keluarga tidak mengetahui teman – teman dekat DH, keluarga DH hanya mengetahui bahwa pelaku sangan rajin beribadah. Saat ini pelaku tengah diamankan di Polsek Narmada untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 

You may be interested

Gesit, TKP Lotim Tapi Pelaku Dapat Diungkap Oleh Tim Opsnal Polres Loteng
Featured
shares1 views
Featured
shares1 views

Gesit, TKP Lotim Tapi Pelaku Dapat Diungkap Oleh Tim Opsnal Polres Loteng

Polres Lombok Tengah - Agu 20, 2017

[caption id="attachment_37325" align="alignleft" width="300"] Pelaku dan Barang bukti yang berhasil diamankan (19/08)[/caption] Praya – Sabtu (19/08). mungkin masih terbawa dengan…

NKRI Harga Mati, Pancasila Tetap di Hati
Binkam
shares2 views
Binkam
shares2 views

NKRI Harga Mati, Pancasila Tetap di Hati

DIT SABHARA - Agu 20, 2017

Mataram - (19/08) Suasana malam minggu di Kota Mataram selalu ramai dengan aktivitas anak muda dan sejumlah kelompok pemuda yang…

Kapolda NTB Serukan, Tidak Perlu Takut Ancaman Teror, Kita Harus Lawan
Binkam
shares4 views
Binkam
shares4 views

Kapolda NTB Serukan, Tidak Perlu Takut Ancaman Teror, Kita Harus Lawan

adminpolda 2 - Agu 19, 2017

[caption id="attachment_33694" align="alignnone" width="700"] Kapolda NTB Brigadir Jenderal Polisi Drs. firli, M.Si[/caption] Mataram - Diserukan Kapolda NTB Brigadir Jenderal Polisi…

Leave a Comment

Your email address will not be published.