NGAKU INDONESIA TAPI TAK PATUH HUKUM NEGARA SENDIRI, MALU SAMA ANNABEL JENIFER

whatsapp-image-2016-11-22-at-08-51-04-1tribratanewsntb.com – Pasti banyak dari masyarakat pribumi yang bila melihat ada sekumpulan petugas kepolisian yang melaksanakan razia akan melakukan putar balik arah sampai menggunakan alibi lainnya untuk menghindar dari pemeriksaan. Nampaknya tabiat seperti ini segera disingkirkan. Patutnya masyarakat yang beralasankan “a…i…u…e…o” saat ada razia berkaca pada wanita berkebangsaan Australia ini yang ketika menghadapi  razia pada hari Selasa (22/11) di Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, tanpa instruksi petugas dan tanpa pikir panjang langsung menunjukkan kelengkapan pribadi dan kendaraannnya untuk diperiksa.

            AIPTU Ketut Arnawa yang menjabat sebagai Kepala Unit Turjawali Satuan Lalu Lintas di Polres Lombok Tengah ini langsung turun tangan menangani wisatawan asing asal Australia ini. Dari Driving License (:dikenal dengan Surat Izin Mengemudi) hingga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berhasil ditunjukkan Annabel. Bukan hanya itu perlengkapan pribadi berupa helm-pun tak lupa ia pakai.

            “seharusnya warga masyarakat yang kena tilang hari itu malu sama turis ini, orang luar saja mengerti dan patuh hukum negara orang ketika di jalan, masa warga pribumi bersikap acuh dengan hukumnya sendiri.” Terangnya.

            Memang, Mematuhi hukum jika tidak di dasari oleh kesadaran pribadi masing masing, tidak akan serta merta tercipta sikap patuhnya. Petugas yang bersosialisasi walaupun hingga berbusa mulutnya jika objek sosialisasi sendiri tidak sadar maka tidak akan berubah paradigmanya mengenai keselamatan di jalan raya. Perlunya ditanamkan budaya menomorsatukan disiplin dijalan sebagai kebutuhan oleh pribadi masyarakat masing-masing demi mewujudkan masyarakat yang lebih patuh dan taat terhadap hukum.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close