Waduh.. Obat Kuat Bodong Dijual Online

12 Januari, 2017
125 Views

ilustrasi obat kuat

tribratanewsntb.com Mataram – Obat vitalitas pria memiliki pasar tersendiri. Sebab itu, SU (24) menawarkan produk-produknya lewat online. Namun sayangnya, obat kuat itu bodong alias tidak punya izin edar. Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Watimena mengungkapkan, obat-obatan itu ditawarkan dalam laman Facebook pelaku.

“Produknya diposting di media sosial. Obat-obat itu tanpa izin edar,” ujarnya, Selasa (8/11) di ruang kerjanya. Pelaku, lanjut dia, mengaku baru mulai berjualan online tahun 2016 ini. Keuntungan pelaku pun tak sedikit. Sebab, per item dihargai ratusan ribu.

“Nilai barang buktinya ini sekitar Rp 6 juta,” ungkapnya. Ia menambahkan, SU bertindak sebagai pengecer. Di atas SU ada distributor lagi. “Masih kita kembangkan.

Dia (pelaku) jelaskan mendapat dari seseorang di wilayah NTB,” terangnya.

Berangkat dari fakta itu pihaknya akan menelusuri lebih lanjut soal orang lain yang terlibat dalam peredaran obat ilegal itu. Ia menyebutkan, pihaknya bakal menelusuri jejak elektronik yang ditinggalkan dalam bertransaksi via Facebook itu. Soal rekaman transaksi pelaku dengan distributornya ataupun dengan para konsumennya. Berkordinasi dengan Subdit II Cyber Crime.

“Kita lihat barang-barang ini ada dari Indonesia ada dari luar. Kita telusuri dulu siapa yang memasukkan barang-barang ini,” ujarnya menjawab soal beberapa obat yang di kemasannya tertera buatan Kanada dan Tiongkok.

Adapun obat-obat vitalitas pria itu antara lain, Vimax Oil, American Viagra, Minyak Bulus merek Nori, Salep Super STUD 007, Kopi PeDe, dan Obat oles Blue Wizard. Ada pula minyak Hajar Jahanam Mesir, krim merek Kuda Jantan, Minyak Lintah Papua, dan Minyak Lintah Kalimantan. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan BBPOM Mataram terkait perizinan obat-obat tersebut.

“Bahwa obat ini dilarang diedarkan. Belum memilki izin edar,” beber Boyke.

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 197 jo pasal 106 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 62 jo pasal 8 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. (azi)

You may be interested

Karo SDM Pastikan Pengembangan Karier di Polda NTB Transparan
Headline
shares4 views
Headline
shares4 views

Karo SDM Pastikan Pengembangan Karier di Polda NTB Transparan

adminpolda 7 - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44570" align="alignnone" width="600"] Karo SDM Polda NTB Kombes Pol. Eka Satria Bhakti, SIK saat memberikan sambutan[/caption] Mataram - Kepala…

Kakek 70 tahun,Tega Cabuli bocah 13 tahun
Headline
shares8 views
Headline
shares8 views

Kakek 70 tahun,Tega Cabuli bocah 13 tahun

Polres Kab Sumbawa Barat - Des 12, 2017

Taliwang_Sungguh malang nasib SB, bocah 13 tahun ini  harus menjadi korban kejahatan seksusal  dari kakek MT (70 tahun) yang tidak…

Ngamuk Di Pasar, Preman ini Malah “Nangis” Saat Akan Ditangkap Polisi
Binkam
shares8 views
Binkam
shares8 views

Ngamuk Di Pasar, Preman ini Malah “Nangis” Saat Akan Ditangkap Polisi

Polres Dompu - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44563" align="alignnone" width="300"] Salah seorang preman saat akan ditangkap sehabis mengamuk dipasar[/caption] Dompu - Sejatinya seorang preman berbadan tegap…

Leave a Comment

Your email address will not be published.