Waduh.. Obat Kuat Bodong Dijual Online

12 Januari, 2017
131 Views

ilustrasi obat kuat

tribratanewsntb.com Mataram – Obat vitalitas pria memiliki pasar tersendiri. Sebab itu, SU (24) menawarkan produk-produknya lewat online. Namun sayangnya, obat kuat itu bodong alias tidak punya izin edar. Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Watimena mengungkapkan, obat-obatan itu ditawarkan dalam laman Facebook pelaku.

“Produknya diposting di media sosial. Obat-obat itu tanpa izin edar,” ujarnya, Selasa (8/11) di ruang kerjanya. Pelaku, lanjut dia, mengaku baru mulai berjualan online tahun 2016 ini. Keuntungan pelaku pun tak sedikit. Sebab, per item dihargai ratusan ribu.

“Nilai barang buktinya ini sekitar Rp 6 juta,” ungkapnya. Ia menambahkan, SU bertindak sebagai pengecer. Di atas SU ada distributor lagi. “Masih kita kembangkan.

Dia (pelaku) jelaskan mendapat dari seseorang di wilayah NTB,” terangnya.

Berangkat dari fakta itu pihaknya akan menelusuri lebih lanjut soal orang lain yang terlibat dalam peredaran obat ilegal itu. Ia menyebutkan, pihaknya bakal menelusuri jejak elektronik yang ditinggalkan dalam bertransaksi via Facebook itu. Soal rekaman transaksi pelaku dengan distributornya ataupun dengan para konsumennya. Berkordinasi dengan Subdit II Cyber Crime.

“Kita lihat barang-barang ini ada dari Indonesia ada dari luar. Kita telusuri dulu siapa yang memasukkan barang-barang ini,” ujarnya menjawab soal beberapa obat yang di kemasannya tertera buatan Kanada dan Tiongkok.

Adapun obat-obat vitalitas pria itu antara lain, Vimax Oil, American Viagra, Minyak Bulus merek Nori, Salep Super STUD 007, Kopi PeDe, dan Obat oles Blue Wizard. Ada pula minyak Hajar Jahanam Mesir, krim merek Kuda Jantan, Minyak Lintah Papua, dan Minyak Lintah Kalimantan. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan BBPOM Mataram terkait perizinan obat-obat tersebut.

“Bahwa obat ini dilarang diedarkan. Belum memilki izin edar,” beber Boyke.

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 197 jo pasal 106 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 62 jo pasal 8 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. (azi)

You may be interested

Kapolres Sumbawa : Satu Kantong Darah Dapat Menyelamatkan Orang Lain
Umum
shares1 views
Umum
shares1 views

Kapolres Sumbawa : Satu Kantong Darah Dapat Menyelamatkan Orang Lain

Polres Sumbawa - Feb 20, 2018

Sumbawa Besar - Saling tolong menolong tentunya dilakukan dengan banyak cara, kali ini Polres Sumbawa kembali melaksanakan giat Donor Darah.…

Isi Bungkus Rokok!! Menggiring 4 Pemuda Ke Kantor Polisi
Featured
shares7 views
Featured
shares7 views

Isi Bungkus Rokok!! Menggiring 4 Pemuda Ke Kantor Polisi

Polres Lombok Tengah - Feb 20, 2018

[caption id="attachment_2173" align="alignleft" width="360"] Empat Pemuda Pemilik Narkotika Jenis Sabu ( 20/02 )[/caption] Praya – Satuan Reserse Narkoba ( Sat…

Jelang Pilkada Serentak Kapolres Lotim Imbau Masyarakat Untuk Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial
Binkam
shares10 views
Binkam
shares10 views

Jelang Pilkada Serentak Kapolres Lotim Imbau Masyarakat Untuk Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial

Polres Lotim - Feb 20, 2018

[caption id="attachment_48187" align="alignleft" width="382"] FOTO BERSAMA USAI PELAKSANAAN SOLAT JUM'AT[/caption] Masbagi - Dalam kesempatan jum’atan bersama yang dihadiri H. Ahsanul…

Leave a Comment

Your email address will not be published.