Waduh.. Obat Kuat Bodong Dijual Online

12 Januari, 2017
64 Views

ilustrasi obat kuat

tribratanewsntb.com Mataram – Obat vitalitas pria memiliki pasar tersendiri. Sebab itu, SU (24) menawarkan produk-produknya lewat online. Namun sayangnya, obat kuat itu bodong alias tidak punya izin edar. Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Watimena mengungkapkan, obat-obatan itu ditawarkan dalam laman Facebook pelaku.

“Produknya diposting di media sosial. Obat-obat itu tanpa izin edar,” ujarnya, Selasa (8/11) di ruang kerjanya. Pelaku, lanjut dia, mengaku baru mulai berjualan online tahun 2016 ini. Keuntungan pelaku pun tak sedikit. Sebab, per item dihargai ratusan ribu.

“Nilai barang buktinya ini sekitar Rp 6 juta,” ungkapnya. Ia menambahkan, SU bertindak sebagai pengecer. Di atas SU ada distributor lagi. “Masih kita kembangkan.

Dia (pelaku) jelaskan mendapat dari seseorang di wilayah NTB,” terangnya.

Berangkat dari fakta itu pihaknya akan menelusuri lebih lanjut soal orang lain yang terlibat dalam peredaran obat ilegal itu. Ia menyebutkan, pihaknya bakal menelusuri jejak elektronik yang ditinggalkan dalam bertransaksi via Facebook itu. Soal rekaman transaksi pelaku dengan distributornya ataupun dengan para konsumennya. Berkordinasi dengan Subdit II Cyber Crime.

“Kita lihat barang-barang ini ada dari Indonesia ada dari luar. Kita telusuri dulu siapa yang memasukkan barang-barang ini,” ujarnya menjawab soal beberapa obat yang di kemasannya tertera buatan Kanada dan Tiongkok.

Adapun obat-obat vitalitas pria itu antara lain, Vimax Oil, American Viagra, Minyak Bulus merek Nori, Salep Super STUD 007, Kopi PeDe, dan Obat oles Blue Wizard. Ada pula minyak Hajar Jahanam Mesir, krim merek Kuda Jantan, Minyak Lintah Papua, dan Minyak Lintah Kalimantan. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan BBPOM Mataram terkait perizinan obat-obat tersebut.

“Bahwa obat ini dilarang diedarkan. Belum memilki izin edar,” beber Boyke.

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 197 jo pasal 106 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 62 jo pasal 8 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. (azi)

You may be interested

Peduli Penerus Bangsa, Jangan Biarkan Mereka Bolos Sekolah
Binkam
shares3 views
Binkam
shares3 views

Peduli Penerus Bangsa, Jangan Biarkan Mereka Bolos Sekolah

DIT SABHARA - Agu 16, 2017

Mataram - Rabu (16/17) Menjelang HUT RI ke-72 Dalmas Polda NTB Ton 1 Ki 2 yang dipimpin langsung oleh Kompol…

Seru… Polisi Ajak Murid SD Lomba Makan Kerupuk Peringati HUT RI ke-72
Headline
shares3 views
Headline
shares3 views

Seru… Polisi Ajak Murid SD Lomba Makan Kerupuk Peringati HUT RI ke-72

adminpolda 7 - Agu 16, 2017

[caption id="attachment_37093" align="alignnone" width="600"] lomba makan kerupuk[/caption] Mataram – Bertemakan “Polisi Sahabat Anak”, Direktorat Lalu Lintas Polda NTB mengadakan lomba…

Asik Selfie Seorang Pemuda Cedera Diterjang Ombak Kute Lombok
Binkam
shares12 views
Binkam
shares12 views

Asik Selfie Seorang Pemuda Cedera Diterjang Ombak Kute Lombok

Brigade Mobil - Agu 16, 2017

Seorang pemuda yang sedang asik berselfie di atas bebatuan karang  sekitar pantai  kawasan Kute Lombok Tengah, pada Rabu(16/8) sekitar pukul…

Leave a Comment

Your email address will not be published.