Polres Mataram Tangkap Gembong Perampok Perumahan

ilustrasi

 

tribratanewsntb.com Mataram – Modus kriminalitas di Mataram tambah beragam. Bahkan sudah semakin berani. Kasus perampokan menodong korban dengan senjata pada malam hari. Pelakunya pun gerombolan. KBO Reskrim Polres Mataram, Ipda Remanto mengungkapkan, hal itu menilik kasus yang terjadi di Perumahan Bumi Kodya Asri, Jempong, Mataram, Kamis (13/10) lalu.

“Pelaku tiga orang. Modus menodongkan parang ke korban lalu mengambil barang,” terangnya ditemui Selasa (8/11) di Mapolres Mataram.

Satu dari tiga pelaku itu, yakni LR (34) mantan Satpam PLN, warga Tanjung Karang, Ampenan diamankan Minggu (6/11) lalu residivis kasus yang sama. Berbekal pengakuan LR, pelaku penadah barang curian ditangkap kemudian.

“Penadah ini oknum PNS, inisial G, 28 tahun,” kata Remanto.

Disebutkan, oknum itu bertugas sebagai sipir Lapas yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba. Ia menjelaskan, tersangka LR bersama dua kawannya yang kini masih buron masuk ke rumah korban dengan memanjat tembok. Berhasil masuk pekarangan, pintu utama rumah dicongkel.

“Para pelaku waktu lalu menuju ke kamar tidur korban. Pintu dicongkel juga. Ketemu korban sedang tidur dengan istirinya. Mereka menodongkan parang untuk memuluskan aksinya,” jelas Remanto.

Para pelaku yang dikomandoi LR saat itu menggondol dompet, TV LED, Laptop, telepon genggam, dan gawai merek Ipad. Tersangka G saat diinterogasi sudah menjual beberapa barang curian itu.

“TV sama laptop sudah dijual online. Dapatnya Rp 1,5 juta,” ungkapnya.

“Katanya untuk kebutuhan sehari-hari tapi masih kita dalami lagi kemungkinan lain,” imbuh dia merujuk salah satu tersangka yang tengah rehab narkoba.

Tersangka LR disangkakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam hukuman penjara maksimal sembilan tahun. Sementara tersangka G disangkakan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Ancaman penjara maksimal empat tahun. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close