Polisi Telaah Dokumen Perbankan BRI Mataram

24 Januari, 2017
65 Views

ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram- Polisi menelaah dokumen perbankan hasil audit internal Kantor Cabang BRI Mataram. Hal itu untuk menguak total kerugian nasabah yang menjadi korban skimming. Selain itu juga telaah rekaman CCTV untuk mengidentifikasi terduga pelaku.

Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Haris Dinzah mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB pun masih menunggu sikap kooperatif bank. Terkait dengan jumlah nasabah korban berikut total kerugiannya.

“Karena ini kan terkait kerahasiaan bank. Makanya dokumen soal itu nanti dari mereka,” ujarnya ditemui di Mapolres Mataram, Selasa (1/11).

Kemarin pihak bank menyerahkan dokumen terkait. Hasilnya masih dalam proses pendalaman.

“Di situ (dokumen) kan ada jumlah nasabah yang mendapat kerugian berapa, jumlah kerugiannya berapa dan beberapa hal lain yang kita butuhkan dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.

Rekaman CCTV pun sudah dikantongi. Hanya saja identifikasi pelaku masih membutuhkan pendalaman kembali. Menurut Haris, pelaku skimming termasuk profesional. Dari CCTV terekam terduga pelaku melengkapi diri dengan helm dan jaket saat melancarkan aksinya.

“Pelaku ini sangat profesional dalam melakukan kejahatan. Ada kesulitan identifikasi pelaku ini. Tapi dari bahan yang ada itu kita maksimalkan,” ujarnya.

Dari rekaman tersebut, pelaku terindikasi mengunjungi ATM memang untuk meletakkan alat skimming. Terdeteksi di lima ATM yang tersebar di Mataram dan Lombok Barat serta Lombok Utara.

“Macam-macam tempat yang tidak ada Satpam atau penjagaan di sana. Di situ pelaku melakukan itu,” beber Haris.

“Ada indikasi pelaku terlihat sedang memodifikasi ATM. Belum tahu identitasnya pelaku ini WNA atau WNI,” imbuh dia.

Pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan bahwa pelaku skimming BRI ini merupakan jaringan yang beraksi sebelumnya. Baik terdakwa Dede Firat asal Turki maupun terdakwa Yulee Stevanov Chekov asal Bulgaria. Perkara skimming yang menjerat dua WNA itu akan dijadikan bahan lidik tambahan.

“Perkara yang dulu jadi bahan masukan. Apakah ini jaringannya kita penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Upaya represif kepolisian, sambung dia, dibarengi dengan upaya preventif yakni dengan mengerahkan Bhabinkamtibmas. Warga pengguna jasa perbankan diminta untuk mawas diri dalam bertransaksi menggunakan ATM.

Saat input PIN ATM sedianya ditutupi dengan telapak tangan. Terhadap bank pun diberi imbauan serupa. Penekanannya agar aturan tidak menggunakan helm saat masuk bilik ATM ditegakkan kembali. Gerak-gerik mencurigakan agar diawasi lebih ketat. (azi)

You may be interested

Tanpa Rasa Lelah Subdit Dalmas Siaga Siang dan Malam
Binkam
shares2 views
Binkam
shares2 views

Tanpa Rasa Lelah Subdit Dalmas Siaga Siang dan Malam

DIT SABHARA - Agu 23, 2017

Guna memelihara situasi Kota Mataram tetap aman dan kondusif, anggota Dalmas Polda NTB, tanpa rasa lelah terus melakukan kegiatan rutin…

Lega… Tunkin Bulan Juli akan Dibagikan Besok Pagi
Headline
shares4 views
Headline
shares4 views

Lega… Tunkin Bulan Juli akan Dibagikan Besok Pagi

adminpolda 7 - Agu 22, 2017

[caption id="attachment_31976" align="alignnone" width="700"] Kepala Bidang Keuangan Polda NTB, AKBP Taharudin, S.E., M.M.[/caption] Mataram – Dikonfirmasi via telewicara, Kepala Bidang…

Hari Raya Kurban, Polisi Minta Jangan Potong Sapi Betina Produktif
Headline
shares4 views
Headline
shares4 views

Hari Raya Kurban, Polisi Minta Jangan Potong Sapi Betina Produktif

adminpolda 7 - Agu 22, 2017

[caption id="attachment_37520" align="alignnone" width="600"] Direktur Binmas Polda NTB Kombes Pol. Benny Basir Warmansyah saat memberikan materi sosialisasi[/caption] Mataram – Berdasarkan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.