Polisi Telaah Dokumen Perbankan BRI Mataram

24 Januari, 2017
83 Views

ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram- Polisi menelaah dokumen perbankan hasil audit internal Kantor Cabang BRI Mataram. Hal itu untuk menguak total kerugian nasabah yang menjadi korban skimming. Selain itu juga telaah rekaman CCTV untuk mengidentifikasi terduga pelaku.

Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Haris Dinzah mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB pun masih menunggu sikap kooperatif bank. Terkait dengan jumlah nasabah korban berikut total kerugiannya.

“Karena ini kan terkait kerahasiaan bank. Makanya dokumen soal itu nanti dari mereka,” ujarnya ditemui di Mapolres Mataram, Selasa (1/11).

Kemarin pihak bank menyerahkan dokumen terkait. Hasilnya masih dalam proses pendalaman.

“Di situ (dokumen) kan ada jumlah nasabah yang mendapat kerugian berapa, jumlah kerugiannya berapa dan beberapa hal lain yang kita butuhkan dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.

Rekaman CCTV pun sudah dikantongi. Hanya saja identifikasi pelaku masih membutuhkan pendalaman kembali. Menurut Haris, pelaku skimming termasuk profesional. Dari CCTV terekam terduga pelaku melengkapi diri dengan helm dan jaket saat melancarkan aksinya.

“Pelaku ini sangat profesional dalam melakukan kejahatan. Ada kesulitan identifikasi pelaku ini. Tapi dari bahan yang ada itu kita maksimalkan,” ujarnya.

Dari rekaman tersebut, pelaku terindikasi mengunjungi ATM memang untuk meletakkan alat skimming. Terdeteksi di lima ATM yang tersebar di Mataram dan Lombok Barat serta Lombok Utara.

“Macam-macam tempat yang tidak ada Satpam atau penjagaan di sana. Di situ pelaku melakukan itu,” beber Haris.

“Ada indikasi pelaku terlihat sedang memodifikasi ATM. Belum tahu identitasnya pelaku ini WNA atau WNI,” imbuh dia.

Pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan bahwa pelaku skimming BRI ini merupakan jaringan yang beraksi sebelumnya. Baik terdakwa Dede Firat asal Turki maupun terdakwa Yulee Stevanov Chekov asal Bulgaria. Perkara skimming yang menjerat dua WNA itu akan dijadikan bahan lidik tambahan.

“Perkara yang dulu jadi bahan masukan. Apakah ini jaringannya kita penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Upaya represif kepolisian, sambung dia, dibarengi dengan upaya preventif yakni dengan mengerahkan Bhabinkamtibmas. Warga pengguna jasa perbankan diminta untuk mawas diri dalam bertransaksi menggunakan ATM.

Saat input PIN ATM sedianya ditutupi dengan telapak tangan. Terhadap bank pun diberi imbauan serupa. Penekanannya agar aturan tidak menggunakan helm saat masuk bilik ATM ditegakkan kembali. Gerak-gerik mencurigakan agar diawasi lebih ketat. (azi)

You may be interested

Team Opsnal Polres Mataram Ringkus Pelaku Curat
Reskrim
shares3 views
Reskrim
shares3 views

Team Opsnal Polres Mataram Ringkus Pelaku Curat

Polres Mataram - Des 15, 2017

Mataram - Team Opsnal  Satuan Reserse Kriminal Polres Mataram berhasil meringkus pelaku curat pada hari ini Jum'at (15/12). Pelaku yang…

Polisi Sahabat Anak – Anak
Umum
shares3 views
Umum
shares3 views

Polisi Sahabat Anak – Anak

Polres Mataram - Des 15, 2017

Mataram - Satuan Binmas Polres Mataram, melaksanakan sosialisasi polisi sahabat anak, kegiatan ini disosialisasikan oleh Kanit Binmas Polres Mataram Aiptu…

Pemain Bhayangkara FC dilarikan ke rs bhayangkara
Binkam
shares21 views
Binkam
shares21 views

Pemain Bhayangkara FC dilarikan ke rs bhayangkara

Rumah Sakit Bhayangkara - Des 15, 2017

(lebih…)

Leave a Comment

Your email address will not be published.