Polisi Telaah Dokumen Perbankan BRI Mataram

24 Januari, 2017
80 Views

ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram- Polisi menelaah dokumen perbankan hasil audit internal Kantor Cabang BRI Mataram. Hal itu untuk menguak total kerugian nasabah yang menjadi korban skimming. Selain itu juga telaah rekaman CCTV untuk mengidentifikasi terduga pelaku.

Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Haris Dinzah mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB pun masih menunggu sikap kooperatif bank. Terkait dengan jumlah nasabah korban berikut total kerugiannya.

“Karena ini kan terkait kerahasiaan bank. Makanya dokumen soal itu nanti dari mereka,” ujarnya ditemui di Mapolres Mataram, Selasa (1/11).

Kemarin pihak bank menyerahkan dokumen terkait. Hasilnya masih dalam proses pendalaman.

“Di situ (dokumen) kan ada jumlah nasabah yang mendapat kerugian berapa, jumlah kerugiannya berapa dan beberapa hal lain yang kita butuhkan dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.

Rekaman CCTV pun sudah dikantongi. Hanya saja identifikasi pelaku masih membutuhkan pendalaman kembali. Menurut Haris, pelaku skimming termasuk profesional. Dari CCTV terekam terduga pelaku melengkapi diri dengan helm dan jaket saat melancarkan aksinya.

“Pelaku ini sangat profesional dalam melakukan kejahatan. Ada kesulitan identifikasi pelaku ini. Tapi dari bahan yang ada itu kita maksimalkan,” ujarnya.

Dari rekaman tersebut, pelaku terindikasi mengunjungi ATM memang untuk meletakkan alat skimming. Terdeteksi di lima ATM yang tersebar di Mataram dan Lombok Barat serta Lombok Utara.

“Macam-macam tempat yang tidak ada Satpam atau penjagaan di sana. Di situ pelaku melakukan itu,” beber Haris.

“Ada indikasi pelaku terlihat sedang memodifikasi ATM. Belum tahu identitasnya pelaku ini WNA atau WNI,” imbuh dia.

Pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan bahwa pelaku skimming BRI ini merupakan jaringan yang beraksi sebelumnya. Baik terdakwa Dede Firat asal Turki maupun terdakwa Yulee Stevanov Chekov asal Bulgaria. Perkara skimming yang menjerat dua WNA itu akan dijadikan bahan lidik tambahan.

“Perkara yang dulu jadi bahan masukan. Apakah ini jaringannya kita penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Upaya represif kepolisian, sambung dia, dibarengi dengan upaya preventif yakni dengan mengerahkan Bhabinkamtibmas. Warga pengguna jasa perbankan diminta untuk mawas diri dalam bertransaksi menggunakan ATM.

Saat input PIN ATM sedianya ditutupi dengan telapak tangan. Terhadap bank pun diberi imbauan serupa. Penekanannya agar aturan tidak menggunakan helm saat masuk bilik ATM ditegakkan kembali. Gerak-gerik mencurigakan agar diawasi lebih ketat. (azi)

You may be interested

Polsek Lambu Berhasil Membubarkan Perjudian Sabung Ayam Di Tiga Tempat
Reskrim
shares5 views
Reskrim
shares5 views

Polsek Lambu Berhasil Membubarkan Perjudian Sabung Ayam Di Tiga Tempat

Polres Bima Kota - Okt 16, 2017

[caption id="attachment_41288" align="alignleft" width="334"] Kapolsek Lambu Beserta anggota saat membubarkan perjudian sabung ayam[/caption] Bima Kota – Tidak henti-hetinya polisi memberantas…

Laporan Kapolres, Polda NTB Dapat Respon Baik Dari Masyarakat
Binkam
shares5 views
Binkam
shares5 views

Laporan Kapolres, Polda NTB Dapat Respon Baik Dari Masyarakat

adminpolda 2 - Okt 16, 2017

[caption id="attachment_37394" align="alignnone" width="600"] mako polda ntb[/caption] Mataram - Respon masyarakat terhadap kinerja Polda NTB menurut Wakapolda NTB Kombes Pol.…

Gelar Operasi Antik, Hari Pertama Polres Sumbawa Ringkus Pengedar Narkoba
Umum
shares9 views
Umum
shares9 views

Gelar Operasi Antik, Hari Pertama Polres Sumbawa Ringkus Pengedar Narkoba

Polres Sumbawa - Okt 16, 2017

Sumbawa Besar -  Operasi Antik Gatarin 2017 telah dimulai tepatnya pada pukul 00.00 Wita pergantian waktu tadi (16/10). Operasi dengan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.