Mabes Polri Latih Polda NTB Cara Olah TKP

Tim Dokpol Polda NTB melakukan olah TKP kasus gantung diri di Mapolda NTB, Selasa (11/10).
Tim Dokpol Polda NTB melakukan olah TKP kasus gantung diri di Mapolda NTB, Selasa (11/10).

tribratanewsntb.com Mataram– Olah TKP memegang peranan kunci dalam pengungkapan suatu kasus. Yakni mencari tersangka dan menelisik modus-modusnya. Olah TKP yang benar berujung pada suksesnya penyidikan. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedokteran Kepolisian Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri, Kombes Pol Dr Anton Castilani usai Pelatihan Olah TKP Aspek Medik di Lapangan Gajah Mada Mapolda NTB, Selasa (11/10).

“Dalam berbagai kasus, proses penyidikan sumbernya berasal dari olah TKP yang baik. Apabila terjadi kesalahan, ekornya sampai akhir hasil penyeidikan terjadi kekurangan atau tidak maksimal,” jelasnya.

Sore kemarin sekitar pukul 16.00 Wita, Biddokkes Polda NTB, RS Bhayangkara bersama Satreskrim Polres Mataram memeragakan olah TKP dua reka kasus. Yakni reka kasus penemuan bayi dan gantung diri. Pelatihan tersebut, kata dia, menjadi sarana penyegaran kemampuan. Sebab sejumlah kasus mengalami perkembangan modus seiring kemajuan zaman. Jika tak diikuti dengan peningkatan kemampuan, maka dikhawatirkan kasus-kasus tersebut tak maksimal diungkap. Belum lagi pembuktian yang lemah di pengadilan yang menganggu rasa keadilan masyarakat.

“Kalau tidak refresh, pada waktunya nanti jika dibutuhkan kita akan lupa. Mungkin juga ada perkembangan-perkembangan baru,” terangnya.

Anton menyebutkan, kemampuan Olah TKP jajaran Polda NTB secara keseluruhan cukup baik. “Sudah mumpuni. Nanti diuji pada saat ada kejadian sebenarnya di lapangan,” imbuh Direktur Eksekutif Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri ini.

Ia menjelaskan, dalam sebuah kejadian perkara olah TKP berperan vital untuk mengungkap pelaku dan korban berdasarkan kondisi TKP serta barang bukti yang ditemukan. Olah TKP bekerja sebagai bantuan teknis.

“Ada empat unsur yang terlibat, yaitu dari laboratorium forensik, Dokpol, identifikasi kepolisian, dan psikologi kepolisian,” urai lulusan University of Groningen, Belanda ini.

“Jadi dalam sebuah kejadian, dalam TKP itu setelah kejadian kita bermaksud mengungkap siapa pelakunya, siapa korbannya. Kita cari hubungan antara pelaku dan korban dengan barang bukti di lapangan,” jelasnya.

Proses tersebut, sambung dia, seperti pengumpulan barang bukti dan evakuasi korban di bawah kendali manajer penyidikan. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close