Ini Dia, Bandar Ganja yang Jadi Pemasok ke Gili Trawangan

20150318ilustrasi_ganja_ist600

tribratanewsntb.com Mataram– Kawasan Gili Trawangan rupanya belum bebas dari peredaran narkoba. Buktinya, seperti diungkap BNN Provinsi NTB dengan dua tersangka, KJ dan T. Pengedar dan bandar ganja itu menyasar ‘pasar’ wisatawan.

Kabid Pemberantasan BNN Provinsi NTB, AKBP Bunawar menjelaskan, penangkapan itu atas dasar laporan masyarakat dan terbukti benar saat dilakukan penindakan pada Kamis (6/10) lalu.

“Dengan sasaran tamu-tamu asing maupun tamu-tamu lokal,” ujarnya didampingi Kasi Penyelidikan, Ahmad Bayhaqi di kantor BNNP NTB, Senin (10/10).

Ia menambahkan, tim BNNP dengan dibantu Polda NTB menggerebek tersangka KJ di kos-kosannya di depan Hotel Malibu Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, KLU. Sekitar pukul 15.48 Wita, tersangka diintai dan menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Tim pun bergerak menggeledah tersangka.

“Di kantong celana tersangka, ditemukan dua paket klip transparan berisi batang, biji, dan daun ganja. Beratnya 4,64 gram,” urainya.

Bunawar menyebutkan, tim pada saat itu tak segera puas dan langsung melakukan pengembangan. Dari keterangan tersangka KJ, sambung dia, ganja tersebut didapat dari seorang bandar berinisial T. Tim pun langsung bergerak lagi. Tempat tinggal T tak jauh dari rumah KJ yang sama-sama tinggal di kos-kosan di wilayah RT 01. Di kos yang ditinggali T ditemukan barang bukti ganja yang lebih besar lagi jumlahnya, yakni ganja siap edar yang sudah dibagi ke dalam 51 poket.

“Berat total 356,18 gram,” beber Bunawar. “Ditambah satu poket lagi ranting pohon ganja yang dibungkus aluminium foil seberat 32,59 gram,” imbuhnya.

Tersangka T yang pada saat digerebek tak ada di rumah kemudian menyerahkan diri sekitar pukul 16.17 Wita. Menurut keterangan para tersangka, kata Bunawar, bandar berinisial T tersebut mengaku mengambil barang dalam jumlah besar yakni 1 Kg.

Menilik barang bukti yang berhasil disita, diduga bandar T sebelumnya telah menjual sebagaian ganjanya. Ia menjelaskan, pihaknya kini melakukan pengembangan mengenai asal barang.

“Dia (tersangka T) ini bandar tapi ada bandar yang lebih besar lagi di atasnya. Ngakunya dia ini transaksi di tengah laut,” paparnya.

Tersangka T dan KJ sudah berkomplot mengedarkan ganja sejak tiga tahun terakhir namun baru kali ini tertangkap. Pasarnya pun menyasar para wisatawan yang berlibur ke Gili Trawangan.

“Mereka menawarkan juga. Selain ada permintaan. Tapi dari keterangan tersangka wisatawan mancanegara lebih senang konsumsinya ganja,” beber Bunawar. Tersangka T negatif mengonsumsi narkoba sementara tersangka KJ positif dari hasil tes urine.

Bandar dan pengedar itu dijerat pasal 112 dan atau pasal 114 dan atau pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” pungkasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close