Solar Subsidi Disita, Diduga Untuk Industri Hotel

6 Desember, 2016
99 Views
ilustrasi

ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram – Penangkapan dua nelayan Gili Gede, diduga menyelundupkan BBM jenis solar mendapat reaksi. Ditpolair Polda NTB menanggapi, penindakan itu untuk melindungi nelayan. 30 liter solar subsidi itu diduga atas permintaan hotel.

Dirpolair Polda NTB, Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo mendorong pertanggungjawaban pemerintah desa maupun kecamatan.

“Undang Musyawarah Pimpinan Kecamatan Bhabinkamtibmas,” ujarnya ditemui di Mapolda NTB, Selasa (4/10).

“Di daerahnya kekurangan bahan bakar tidak difasilitasi. Gimana ngurusnya. Kebutuhan nelayan untuk melaut yakni bahan bakar minyak jenis premium. Jika memang peruntukannya adalah nelayan, maka ia menyangsikan bahwa nelayan yang menggunakan solar. Pengalamannya sebagai pelaut,” sambung dia, meragukan kebutuhan nelayan akan solar untuk melaut. Sebab, dominasi mesin kapal saat ini ditenagai bahan bakar jenis premium.

“Kebutuhan nelayan itu premium. Ini yang kita tangkap kan solar,” terangnya menjelaskan alasan penangkapan.

Menurutnya bukan dalam rangka untuk menekan nelayan. Senin pekan lalu, dua nelayan Gili Gede, Sekotong diamankan karena diduga menyelundupkan bahan bakar bersubsidi. 25 jerigen diamankan di Mako Ditpolair dengan volume sekitar 30 liter.

“Harga diterima misal Rp 7.000 per liter. Di sana dijual Rp 8.000,” ungkap Edwin.

Solar itu diduga untuk menyokong kebutuhan listrik salah satu hotel yang berada di pulau kecil tersebut.

“Nitip, bayar di nelayan.” Dari hasil penyidikan, puluhan liter itu untuk menutupi kebutuhan mesin genset untuk satu hari.

Penindakan itu dimaksudkan untuk memberi peringatan kepada nelayan untuk tidak mencoba-coba melakukan penyelundupan. Mendengar aspirasi nelayan yang mendemo Mako Ditpolair kemarin, pihaknya pun tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan kasus tersebut. Namun dengan pertimbangan untuk kebaikan nelayan itu sendiri.

“Dikhawatirkan mereka (nelayan) hanya jadi tameng. Kalau dihitung yang jadi korban masyarakat kecil. Dari hearing dengan adanya dasar itu bisa SP3. Tapi harus ada tindak lanjut semua pihak,” paparnya.

“Mungkin nanti akan undang Pertamina juga. Persyaratan untuk dapat bensin itu seperti apa. SPBU mana yang ditunjuk. Kapasitas kapal nelayan per hari berapa. Kebutuhannya berapa. Nanti kapal kita data juga,” tandasnya. (azi)

You may be interested

Team Opsnal Polres Mataram Berhasil Meringkus Pelaku Pencurian Mobil
Reskrim
shares5 views
Reskrim
shares5 views

Team Opsnal Polres Mataram Berhasil Meringkus Pelaku Pencurian Mobil

Polres Mataram - Okt 23, 2017

Mataram - Team Opsnal Reserse Kriminal Polres Mataram berhasil meringkus pelaku pencurian kendaraan roda empat pada hari Jum'at (20/10). Pelaku…

Polsek Gunung Sari Bubarkan Judi Sabung Ayam
Reskrim
shares6 views
Reskrim
shares6 views

Polsek Gunung Sari Bubarkan Judi Sabung Ayam

Polres Mataram - Okt 23, 2017

Mataram - Polsek Gunung Sari beserta jajarannya membubarkan tempat judi sabung ayam yang berada di Dusun Medas Kecamatan Gunung Sari…

Satresnarkoba Polres Bima Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba
Headline
shares3 views
Headline
shares3 views

Satresnarkoba Polres Bima Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba

Polres Bima Kabupaten - Okt 22, 2017

Panda - Minggu (22/10) Satresnarkoba kali ini kembali berhasil menangkap pelaku pengedar narkoba. Pelaku berinisial S (38 thn) ini tertangkap basah…

Leave a Comment

Your email address will not be published.