Solar Subsidi Disita, Diduga Untuk Industri Hotel

6 Desember, 2016
125 Views
ilustrasi

ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram – Penangkapan dua nelayan Gili Gede, diduga menyelundupkan BBM jenis solar mendapat reaksi. Ditpolair Polda NTB menanggapi, penindakan itu untuk melindungi nelayan. 30 liter solar subsidi itu diduga atas permintaan hotel.

Dirpolair Polda NTB, Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo mendorong pertanggungjawaban pemerintah desa maupun kecamatan.

“Undang Musyawarah Pimpinan Kecamatan Bhabinkamtibmas,” ujarnya ditemui di Mapolda NTB, Selasa (4/10).

“Di daerahnya kekurangan bahan bakar tidak difasilitasi. Gimana ngurusnya. Kebutuhan nelayan untuk melaut yakni bahan bakar minyak jenis premium. Jika memang peruntukannya adalah nelayan, maka ia menyangsikan bahwa nelayan yang menggunakan solar. Pengalamannya sebagai pelaut,” sambung dia, meragukan kebutuhan nelayan akan solar untuk melaut. Sebab, dominasi mesin kapal saat ini ditenagai bahan bakar jenis premium.

“Kebutuhan nelayan itu premium. Ini yang kita tangkap kan solar,” terangnya menjelaskan alasan penangkapan.

Menurutnya bukan dalam rangka untuk menekan nelayan. Senin pekan lalu, dua nelayan Gili Gede, Sekotong diamankan karena diduga menyelundupkan bahan bakar bersubsidi. 25 jerigen diamankan di Mako Ditpolair dengan volume sekitar 30 liter.

“Harga diterima misal Rp 7.000 per liter. Di sana dijual Rp 8.000,” ungkap Edwin.

Solar itu diduga untuk menyokong kebutuhan listrik salah satu hotel yang berada di pulau kecil tersebut.

“Nitip, bayar di nelayan.” Dari hasil penyidikan, puluhan liter itu untuk menutupi kebutuhan mesin genset untuk satu hari.

Penindakan itu dimaksudkan untuk memberi peringatan kepada nelayan untuk tidak mencoba-coba melakukan penyelundupan. Mendengar aspirasi nelayan yang mendemo Mako Ditpolair kemarin, pihaknya pun tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan kasus tersebut. Namun dengan pertimbangan untuk kebaikan nelayan itu sendiri.

“Dikhawatirkan mereka (nelayan) hanya jadi tameng. Kalau dihitung yang jadi korban masyarakat kecil. Dari hearing dengan adanya dasar itu bisa SP3. Tapi harus ada tindak lanjut semua pihak,” paparnya.

“Mungkin nanti akan undang Pertamina juga. Persyaratan untuk dapat bensin itu seperti apa. SPBU mana yang ditunjuk. Kapasitas kapal nelayan per hari berapa. Kebutuhannya berapa. Nanti kapal kita data juga,” tandasnya. (azi)

You may be interested

Peresmian Gedung Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Polda NTB
Umum
shares4 views
Umum
shares4 views

Peresmian Gedung Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Polda NTB

spripim ntb - Jan 17, 2018

[caption id="attachment_46544" align="alignnone" width="960"] Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, M.Si memotong tali peresmian Gedung Tahti Polda NTB[/caption] Mataram - Pukul…

Cegah DB Biddokkes Polda NTB Laksanakan Fogging
Umum
shares7 views
Umum
shares7 views

Cegah DB Biddokkes Polda NTB Laksanakan Fogging

dokes - Jan 17, 2018

[caption id="attachment_46525" align="alignnone" width="853"] Tim foging Biddokkes Pengasapan Selokan Polsek mataram.[/caption] Mataram-untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang dapat mengancam…

Lagi, Polisi Amankan Ribuan Burung di Pelabuhan Lembar
Binkam
shares14 views
Binkam
shares14 views

Lagi, Polisi Amankan Ribuan Burung di Pelabuhan Lembar

Polres Lobar - Jan 17, 2018

Lembar - Polres Lombok Barat kembali mengamankan ribuan ekor burung berbagai jenis yang akan dibawa keluar dari pulau Lombok menuju Bali,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.