Polisi Maksimalkan Penindakan Kasus Penangkapan Bibit Lobster

6 Desember, 2016
76 Views
Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti

tribratanewsntb.com Mataram – Pelaku menggunakan berbagai cara untuk mengekspor bibit lobster meskipun dilarang. Rantai penyelundupan mulai dari nelayan penangkap, kurir pengirim, dan cukong pengekspor. Penindakan terkait itu tampak semakin intens belakangan ini.

Berbagai instansi berlomba mengungkap penyelundupan bibit lobster. Mulai dari Balai Karantina Ikan, dan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Kemudian kepolisian dari Satker Ditreskrimsus Polda NTB, Ditpolair Polda NTB, Polres jajaran, sampai Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3). K

abid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti MM menyebutkan, maraknya kasus bibit lobster salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aturan. Selain itu, diduga pula masyarakat tahu tetapi tetap nekat menerobos aturan.

“Ada ketentuan yang harus diikuti dan ditaati para nelayan atau pengusaha mengenai tata niaga produk laut ini,” ujarnya, Sabtu (1/10).

Koordinasi antar pihak dalam penegak hukum akhir-akhir ini berjalan baik. Namun sosialisasi aturan tetap menjadi pekerjaan rumah ke depannya.

Menurut Tri Budi, penindakan hukum terhadap penyelundup bibit lobster merupakan salah satu bagian sosialisasi itu.

“Dari penindakan masyarakat diharapkan memahami bahwa jika larangan itu dilanggar, ada sanksi hukumnya,” sebutnya. Namun penindakan itu tidak berdiri sendiri. upaya preventif pun dilakukan. seperti mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk terjun ke nelayan-nelayan di daerah pesisir penghasil bibit lobster.

Perairan penghasil bibit lobster, berdasarkan catatan pengungkapan kasus beragam mulai dari kawasan pantai selatan Lombok, perairan Lunyuk, KSB, dan Teluk Saleh, Sumbawa. Seperti disebutkan Permen KP Nomor 1/PERMEN-KP/2015 soal pengaturan penangkapan lobster hanya boleh dilakukan dengan ukuran panjang karapas di atas 8 cm.

Selain itu, kepiting dengan ukuran lebar karapas di atas 15 dan rajungan dengan ukuran lebar karapas di atas 10 cm. Di sisi lain, ia mendorong agar pemerintah mengupayakan skema budidaya lobster. Apalagi NTB sebelumnya dan hingga kini masih dikenal sebagai penghasil bibit lobster alam melimpah. (azi)

You may be interested

Tanpa Pamit Ingin ke Bali, Ibu Ini Kebingungan Mencari Anaknya di Pelabuhan Lembar
Binkam
shares0 views
Binkam
shares0 views

Tanpa Pamit Ingin ke Bali, Ibu Ini Kebingungan Mencari Anaknya di Pelabuhan Lembar

Polres Lobar - Des 18, 2017

Lembar - Saimah, seorang ibu umur 50 tahun kebingungan mencari anaknya yang menurut kabar pergi diam-diam akan pergi ke Bali…

Patroli Wisata Ditpamobvit Tetap Humanis
Umum
shares2 views
Umum
shares2 views

Patroli Wisata Ditpamobvit Tetap Humanis

DIT PAMBOVIT - Des 18, 2017

[caption id="attachment_44791" align="alignnone" width="640"] Tim Patroli Dit Pamobvit Polda NTB saat berdialog dengan pengunjung wisata An. Bp Imam di Pantai…

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba Kepada Para Tahanan
Reskrim
shares2 views
Reskrim
shares2 views

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba Kepada Para Tahanan

DIT NARKOBA - Des 18, 2017

Mataram - Paur Anev Bin Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Aiptu Syamsudin memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunan Narkoba di Rutan Polda…

Leave a Comment

Your email address will not be published.