Kapolres Sumbawa Adakan Mediasi Untuk Akhiri Perang Kampung

 
a1f5777b-c689-44bc-9079-f2352d2f2412
tribratanewsSUMBAWA BESAR (06/09/2016) Bentrok antar Desa Kakiang dan Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir yang sangat meresakhan dan telah memakan korban hingga luka parah tersebut akhirnya dimediasi Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK di rupatama Polres Sumbawa Senin (5/9) kemarin. Mediasi ini dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Camat Moyo Hilir, Drs. Irawan Subekti,  Kapolsek Moyo Hilir Iptu Hurfan ,Kepala Desa Berare dan Kakiang,  perwakilan masyarakat kedua desa diantaraya anggota DPRD Sumbawa Khaeruddin SE dan Ramlyanto.

Dalam pertemuan ini Kapolres Sumbawa mempersilahkan kedua belah pihak untuk angkat bicara mengenai masalah penganiayaan yang merambat hingga terjadinya bentrok antara dua desa yang terjadi di Kec. Moyo Hilir ini, dan beberapa masyarakat pun memberikan saran serta mengungkapkan apa keinginan dari kedua belah pihak sebagai Jalan terbaik dalam memecahkan masalah , oleh karna itu Kapolres Sumbawa membukakan jalan tengah untuk terciptanya kembali  situasi dan kondisi yang aman terkendali seperti sedia kala. Kesepakatan damai antar Desa Kakiang dan Desa Berarepun di setujui kedua belah pihak.

d667e1e2-356d-4897-b752-2544e6137114

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK menyatakan kesepakatan damai ini harus dijunjung tinggi. Tidak ada lagi balas membalas dari pihak manapun. Ia juga menghimbau masyarakat  dari dua desa tersebut untuk tidak terprovokasi isu yang dapat menyebabkan keributan lagi. Dan mengenai kasus penganiayaan yang menjadi akar masalah hingga dua desa bentrok tersebut Kapolres menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan, namun pada saat proses Hukum ini berlangsung Kapolres menghimbau tidak ada lagi bentrok diantara dua desa tersebut kemudian menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak Kepolisian tanpa adanya main hakim sendiri.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah berterimakasih atas upaya polisi yang secara cepat memediasi masalah tersebut. Ia berharap diantara dua desa tidak ada bentrok lagi dan tentunya menaati hukum yang ada. Acara mediasi diakhiri dengan bersalam-salaman antar perwakilan kedua desa yang telah bersepakat untuk damai. (HUMAS POLRES SUMBAWA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close