Hut Polwan Ke 68, Polda NTB Resmikan Ruang Ramah Anak Dan Pelayanan Perempuan

peresmian potong pita oleh Kapolda NTB didampingi kabid humas polda ntb dan direktur kriminal umum polda ntb
peresmian potong pita oleh Kapolda NTB didampingi kabid humas polda ntb dan direktur kriminal umum polda ntb

tribratanewsntb.com – Mataram Hari jadi Polwan yang ke 68 di tahun 2016 ini Polda NTB secara sah meresmikan ruang ramah anak dan pelayanan perempuan yang berada di dalam Mapolda NTB dibawah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB. Langsung di buka oleh Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Umar Septono usai syukuran yang dilaksanakan di Hanggar Polda NTB dengan melakukan pemotongan pita sebagai simbol telah di resmikannya ruangan tersebut, kamis (1/9).

“Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya untuk menyiapkan ruang pelayanan perempuan dan anak yang didambakan oleh kita semua sudah terwujud berkat rahmat Tuhan dan rekan-rekan sekalian” ucap Kapolda NTB

Kapolda juga menyampaikan bahwa ini adalah bentuk keseriusan pihaknya dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

“Polri sangat serius untuk melayani masyarakat terutama korban-korban terutama perempuan dan anak-anak” tambahnya.

Harapannya dengan membangun ruangan ramah anak dan pelayanan perempuan ini, para korban mendapati perlakukan yang begitu nyaman secara psikologis, sehingga traumatis yang dialami bisa berkurang, seperti dengan dibangunnya ruangan yang sejuk serta pelayanan yang ramah dari Polwan Polda NTB

“Dengan ruangan seperti ini yang indah dan sejuk dan pelayan yang sopan, harapan saya bisa mengurangi trauma dan menyelesaikan masalah” harap Brigadir Jenderal.

Dalam penegakkan hukumnya, Polwan yang bertugas sebagai penyidik disini juga dituntut harus tegas bukan keras, namun tetap memperhatikan efek traumatis yang terjadi pada korban perempuan dan anak-anak pasca terjadinya peristiwa yang menimpanya agar dapat berkurang.

raung pelayanan perempuan dan anak
raung pelayanan perempuan dan anak

“Kalau hukumnya tetap ditegakkan tapi pada awalnya yang penting adalah menyelesaikan traumatisnya korban dari kekerasan perempuan dan anak-anak, jadi perlu bersisdnergi antara steak holder  untuk sama-sama tegakkuan hukum oleh kita” imbuhnya. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close