Polres Sumbawa Dalami Kasus Pemerasan Dengan Ancaman Sebar Foto Bugil

ilustrasi-penyebaran-foto

tribratanewsntb.com – Sumbawa, Senin (29/8) sekitar pukul 13.00 Wita korban inisial KM (34) perempuan, pegawai honorer asal Kel. Brang Bara, Kec. Sumbawa melaporkan tindak pidana pemerasan yang ia alami ke Polres Sumbawa Polda NTB.

Kasus pemerasan ini berawal saat korban mengenal pelaku sekitar bulan mei melalui jejaring sosial dan menjalin pertemanan di media facebook dan BBM, mulai dari pertemanan tersebut mereka sering berkomunikasi melalui medsos dan akhirnya merekapun menjalin hubungan atau berstatus pacaran di medsos.

Seiring berjalannya waktu dan merasa korban sudah terpikat akhirnya pelaku yang mengaku berinisial AA (25) laki-laki meminta korban untuk mengirimkan foto bugil korban ke BBM pelaku, karena korban merasa yakin dengan status mereka pacaran walaupun hanya di medsos akhirnya korban mengirimkan foto bugilnya ke BBM pelaku.

Setelah permintaan foto bugil terpenuhi kemudian pelaku menjalankan niat buruknya dengan meminta korban untuk mengirimkan uang sebesar Rp. 1.000.000,- melalui rekening bank dan korban langsung menuju sebuah ATM, saat akan mentransfer uang korban sempat curiga karena nama pemilik rekening beda dengan nama pelaku namun ia tetap mengirimnya.

Tidak berhenti disitu, pelaku terus meminta kepada korban untuk mengirimkan uang secara bertahap hingga jumlahnya mencapai lima puluh enam juta rupiah, karena pelaku terus meminta uang kepada korban dan ia tidak sanggup lagi memenuhinya korbanpun diancam oleh pelaku akan menyebarkan foto-foto bugil korban yang tersimpan di HP milik pelaku.

Kasubbag Humas Polres Sumbawa Iptu Waluyo menyampaikan “ Kasus pemerasan ini sudah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Sumbawa dan berkoordinasi dengan Kasi Propam Polres Sumbawa, karena dari keterangan korban pelaku mengaku sebagai anggota Polri”. Sementara itu proses penyidikan agak terhambat karena korban tidak mengetahui alamat pelaku, “Identitas pelaku belum jelas karena komunikasi hanya dari medsos. terlebih pelaku dan korban belum pernah bertemu di dunia nyata” tambah Waluyo. (yos/wea)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close