Tugas Kami Melayani Rakyat Dan Tidak Boleh Menyakiti Rakyat

Anggota patroli yang sedang berdialog dengan pihak dari KPU Provinsi NTB
Anggota patroli yang sedang berdialog dengan pihak dari KPU Provinsi NTB

Tribratanewsntb.com Mataram – Pelaksanaan patroli ke Kantor KPU dalam rangka menggali informasi tentang persiapan penyelenggaraan pemilu mendatang di Nusa Tenggara Barat. KPU PROVINSI NTB sedang menggalang program Bale Pintar Pemilu untuk sosialisasi persiapan Pemilu tahun 2018, yang rangkaiannya dimulai dari pertengahan tahun 2017. Hari ini Senin tanggal 29 Agustus 2016 anggota Dalmas Direktorat Sabhara Polda NTB yang dikomandani Panit 1 Sinego IPDA Glend Felix Siagian didampingi Bripka I Gede Suparta Yasa. Selain mendatangi kantor KPU, patroli bergeser ke Pasar Cemara untuk antisipasi  premanisme, copet dan curanmor.

Terlihat patroli yang sedang berinteraksi dengan ibu-ibu pedagang
Terlihat patroli yang sedang berinteraksi dengan ibu-ibu pedagang

Ibu-ibu pedagang di pasar cemara merasa sangat senang disambangi oleh polisi-polisi muda. Sembari berjualan sempat-sempatnya ibu pedagang menggoda anggota patroli yang sedang melaksanakan tugas. Profesionalitas sebagai anggota Polri harus tetap di junjung tinggi dalam pelaksanaan tugas, maka dari goda-godaan ibu pedagang dipasar tersebut anggota patroli membalasnya dengan senyum humanis yang memberikan prasaan bahagia kepada ibu-ibu pedagang tanpa memberikan kesan menyeramkan kepada masyarakat. Karena “Kami digaji oleh rakyat, maka kami harus melayani rakyat dan tidak boleh menyakiti rakyat” kata-kata itulah yang ditanamkan oleh Bapak Kapolda disaat Pelantikan Siswa Brigadir Gasum Diktuk tahun 2015 di SPN Polda NTB pada 29 Februari 2016 lalu.

Anggota memberikan Empati kepada Amaq Sahapudin umur 73 thn
Anggota memberikan Empati kepada Amaq Sahapudin umur 73 thn
Anggota memberikan empati kepada Papuq Eenep umur 98 thn
Anggota memberikan empati kepada Papuq Eenep umur 98 thn

Di dalam pelaksanaan patroli anggota Dalmas Polda bertemu dengan pemulung di Jalan Pejanggik berasal dari Sekotong yang bernama Amaq Sahapudin umur 73 thn, dan sepontanitas anggot Dalmas membrikan empati, sebagai implementasi dari Revolusi Mental. Empati kedua diberikan kepada Papuq Eenep asal Jempong Lauq Mataram umur 98 thn pekerjaan pemulung. Papuq Eenep menangis saat dibrikan empati oleh anggota Dalmas. Tangisan itulah yang membuat rasa letih dan panas matahari yang menyengat selama melaksanakan tugas sirna melihat tangis bahagia papuq yang berjuang seharian mengumpulkan bongkahan-bongkahan plastik. Betapa bangganya anggota patroli Dalmas bisa membantu saudara-saudara kita yang masih diberikan cobaan lebih berat dari kita. Anggota Dalmas Polda kemudian mengantarkan Papuq Eenep untuk dicarikan cidomo untuk pulang.

Anggota yang sedang berpamitan kepada Papuq Eenep
Anggota yang sedang berpamitan kepada Papuq Eenep
Memediasi kedua belah pihak yang berkelahi
Memediasi kedua belah pihak yang berkelahi

Tiba-tiba dalam perjalanan kembali ke MAKO POLDA NTB Anggota Dalmas mendapati warga yang sedang berkelahi di depan pertokoan cakranegara. Perkelahian disebabkan karena kesalah pahaman masalah tempat parkir. Anggota Dalmas Polda memediasi kedua belah pihak. Kedua pemuda yang berkelahipun sudah berdamai dan berjabat tangan setelah diberikan pengertian oleh Panit 1 Sinego IPDA Glend Felix Siagian dan Danto Bripka I Gede Suparta Yasa.

Diharapkan dari semua kegiatan patroli Dalmas Polda NTB dapat tetap memberikan jaminan keamanan dan meningkatkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif bagi masyarakat di wilayah Hukum Polda NTB, tidak lupa juga kita selalu berdoa kepada Allah SWT dalam setiap langkah melaksanakan tugas agar terus dapat diberikan keselamatan dan kesehatan untuk tetap melaksanakan tugas sehari-hari. Amin,Amin,Amin YRA. ( Operator Ton 3 Ki 2 )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close