Hasil Pengembangan, Polisi Temukan Barang Bukti Lainnya Di Kediaman Ketua Parfi

pemeriksaan pelaku oleh penyidik polres mataram
pemeriksaan pelaku oleh penyidik polres mataram

tribratanewsntb.com – Mataram Penangkapan ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Braja Musti oleh pihak Kepolisian Polres Mataram kemarin (28/8) terkait adanya dugaan penyalahgunaan narkoba di salah satu kamar hotel di Mataram hingga saat ini tidak menemukan kendala yang berarti, sehingga pengungkapan demi pengungkapan dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik berkembang hingga kepada rumah pelaku yang berada di Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti kepada media tribratanewsntb.com  menuturkan bahwa pasca penangkapan ketua parfi tersebut, pengembangan dugaan menjurus kepada kediaman orang yang beru dilantik menjadi ketua parfi tadi malam (28/8) di hotel Golden Tulip Mataram.

“Kemudian berdasarkan hasil keterangan pemeriksaan pelaku Gatot Braja Musti dan istrinya DA, tim satuan tugas khusus melakukan pengeledahan terhadap rumah tersangka di Pondok Pinang, Kebayoran Lama Jakarta Selatan” ungkap Kabid Humas

Adapun barang bukti yang berhasil ditemukan saat penggeledahan tersebut berupa 30 jarum suntik, 9 buah bong sebagai alat hisap sabu, 7 buah cangklong sbg alat hisap sabu, 39 buah korek, 1 bungkus pisikotropika jenis sabu yang diperkirakan berat 10 Gram.

Diketahui Tim Gabungan dari Polres Mataram bersama tim opsnal Polres Lombok Barat minggu (29/8) sekitar pukul 23.00 berhasil menggeledah dan menemukan barang bukti yang diduga narkoba di salah satu kamar hotel yang berada di wilayah Mataram yang ditempati oleh Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Braja Musti  bersama istrinya berinisial DA beserta 6 orang lainnya.

Dimana ke delapan orang tersebut diduga ada keterkaitan terhadap kepemilikan barang bukti dugaan narkoba yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh petugas Kepolisian Polres Mataram.

“Saat ini pelaku masih dalam tahap pemeriksaan di Polres Mataram” tambahnya.

Dalam hal ini persangkaan pasal yang dikenakan oleh para terduga pelaku penyalahguna yakni pasal 112 ayat 1 dan atau 127 ayat 1 (a) UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 4 tahun sampai dengan 15 tahun penjara. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close