POLSEK SUELA POLRES LOTIM BERHASIL MENGEVAKUASI MAYAT SEORANG KAKEK

ANGGOTA POLSEK, UNIT IDENTIFIKASI DAN ANGGOTA BNPB SAAT MENGEVAKUASI MAYAT SEORANG KAKEK
ANGGOTA POLSEK, UNIT IDENTIFIKASI DAN ANGGOTA BNPB SAAT MENGEVAKUASI MAYAT SEORANG KAKEK

Selong tribratanewslotim.com – Kematian adalah Rahasia yang maha kuasa kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan menghembskan Nafas terakhir, hal inilah yang terjadi pada seorang kakek Pada Rabu (24/8) kemarin, sekitar pukul 8.30 WITA, warga Dusun Lekong Pulut Desa Mekarsari Kecamatan Suela digegerkan oleh penemuan mayat seorang kakek berusia 71 tahun bernama Sahlah, pengembala kambing asal Dusun Erot Daya Desa Kalijaga Timur Kecamatan Aikmel.

Yang pertama kali menemukannya adalah Amaq Amin (50 tahun) warga Lekong Pulut yang sedang mencari akar-akaran dan daun-daunan untuk obat dengan menelusuri sungai Temusuk di wilayah Lekong Pulut. Amaq Amin lalu memberitahu Abas (55 tahun) warga setempat yang kemudian melaporkan perihal penemuan mayat tersebut ke Kanit Intel Polsek Suela yang langsung bersama Kanit Reskrim dan Kanit Sabhara, Amaq Amin beserta 5 orang warga lainnya bergegas mengecek ke lokasi penemuan mayat yang dilaporkan.

Karena medan yang cukup sulit, petugas dari Polsek Suela membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk bisa tiba di lokasi penemuan mayat. Berhubung di lokasi yang dimaksud tidak terdapat jaringan seluler, petugas mengutus warga untuk kembali ke perkampungan dan meminta bantuan ke polsek dan polres.

Bantuan yang diharapkan baru bisa tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 yang terdiri dari Kapolsek Suela bersama Tim Inafis Polres Lombok Timur dan gabungan Tim SAR dan BNPB yang kemudian berhasil mengevakuasi korban ke Puskesmas Suela untuk proses identifikasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter Puskesmas Suela, Novita Fajar Dewi, korban diperkirakan meninggal sudah 2 hari. Pada tubuh korban ditemukan luka lecet di tulang kering kaki kanan. Namun dijelaskannya, bahwa tidak ada tanda-tanda korban mengalami tindak kekerasan sebelum meninggal.

Menurut salah seorang keluarga korban yang berhasil ditemui petugas, Jahariah (52 tahun) bahwa dari ciri fisik dan wajah beserta baju, kain yang dipakai dan selimut yang ditemukan di TKP, dapat diyakini bahwa mayat yang ditemukan tersebut adalah keluarga mereka yang memiliki penyakit pikun.

“Dia memang Sahlah, sudah 15 hari ini dia tidak pulang ke rumah. Dia ada gangguan penyakit pikun. Kami ikhlas dan menganggap kematian korban secara wajar”, ungkap Jahariah. (yief)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close