PENGAMANAN UNJUK RASA DI KANTOR DPRD KAB. BIMA

masa unras DPRD Kota Bima
Masa Unras saat berjalan menuju Kantor DPRD Kab. Bima

Tribratanewsntb_Bima Kota, Kegiatan aksi unras gabungan dari Front Perjuangan Rakyat Kab. Bima FKM, COBRA Bima, PRD Bima, HMI Kab. Bima  Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33) , dan Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND Kota Bima) Rabu (24/08/2016) pukul 13.50 wita di Kantor DPRD Kab. Bima terkait dengan berlarut – larutnya penyelesaian sengketa kepemilikan lahan masyarakat kec. Sanggar dan Tambora yang direbut oleh PT. Sanggar Agro Karya Persada estimasi massa sekitar 100 orang dengan menggunakan dua unit R4 jenis Pick up No. Pol : P 8774 HA dan No Pol : B 9038 ZAB lengkap dengn soundsistem dan bendera sebagai kordum Sdr. ARIF KURNIAWAN dan Korlap Sdr. SAIFUL.

Pukul 12.00 wita massa aksi dari GNP 33 bersama masyarakat Desa Oi Katupa Kec Tambora Kab. Bima tiba di perbatasan Kota / Kab bima langsung bergabung dengan massa lainya yang telah menunggu dibatas kota. Selanjutnya pada pukul 12.30 wita massa aksi bergerak menuju Kantor DPRD Kab. Bima dengan berjalan kaki sambil melaksanakan orasi sepanjang jalan, Pukul 13.50 wita massa aksi tiba di Kantor DPRD Kab. Bima langsung melaksanakan orasinya adapun beberapa tuntutan – tuntutan yang diantaranya yakni :

  1. Mendesak Bupati Bima agar menghentikan kegiatan operasi PT. Sanggar Agro Karya Persada.
  2. Mendesak DPRD Kab. Bima untuk meninjau kembali Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sanggar Agro Karya Persada karena bertentangan dengan Perda tahun 2001/2012 tentang pemekaran Desa dan Kecamatan
  3. Tegakkan trisakti (berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya)
  4. Hentikan tindakan represif  dan intimidasi terhadap masyarakat Desa Oi Ketupa Kec. Tambora yang dilakukan oleh TNI.
  5. Sanggar Agro Karya Persada harus bertanggung jawab atas penggusuran TPU dan Perkebunan milik warga Desa Oi Katupa.
  6. Segera sertifikasi tanah milik rakyat seluas 10.000 Ha di Kec. Tambora dan sanggar

Pukul 14.45 wita massa aksi diterima oleh pihak DPRD Kab. Bima Bpk. H. SYAMSUDIN Wakil ketua DPRD Kab. Bima adapun beberapa tanggapannya antara lain dari beberapa tuntutan  massa aksi yakni kami siap memperjuangkan apa yg menjadi tuntutan dari massa aksi dimana besok kami pihak DPRD Kab. Bima akan bersurat memanggil pihak Pemda Bima dan pihak  PT Sanggar Agro Karya Persada membicarakan permasalahan yang ada di Desa Oi Katupa, Masyarakat belum puas menerima tanggapan dari Pihak DPRD Kab. Bima dan menuntut pihak DPRD Kab. Bima untuk segera mengeluarkan rekomendasi penyelesaian masalah lahan tanah yang diambil PT Sanggar Agro Karya Persada yang menetang perda tahun 2012 tentang pemekaran Desa dan Kecamatan serta menyatakan akan menginap di Kantor DPRD Kab. Bima sampai dikeluarkan rekomendasi tersebut. Sampai saat ini massa aksi masih berada di Kantor DPRD Kab. Bima dan memutuskan untuk menginap sampai adanya rekomendasi penyelesaian masalah lahan tanah yang diambil oleh PT Sanggar Agro Karya Persada dari Pihak DPRD Kab. Bima

Kegiatan  berjalan aman dan kondusif serta dilakukannya pengamanan oleh Personil Polsek Rasanae Barat Personil Sat Lantas polres Bima Kota, Personil Patmor Polres Bima Kota, Personil Sat Intelkam Polres Bima Kota, Kasat Intelkam Polres Bima Kota yang dipimpin Kapolsek Rasanae Barat Kompol JAMALUDIN S.Sos. (Humas polres Bima Kota)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close