14,5 Ton Pupuk Bersubsidi Berhasil Diamankan Polda NTB Dari Peredaran Ilegal

14074566_1226224474063525_1285691417_o

tribratanewsntb.com – Mataram  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda NTB menyita sebanyak 14,5 Ton pupuk bersubsidi dari pengecer tidak resmi yang akan dijual dengan harga tinggi kepada para petani.

Dalam siaran persnya di ruang PID Humas Polda NTB siang tadi, Rabu(24/8) Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Watimena mengatakan bahwa pendistribusian pupuk bersubsidi yang diselewengkan ini sangat merugikan petani, karena jatah dari pemerintah tidak dapat tersalurkan dengan baik.

“Kita amankan di Lombok Timur dari dua TKP yang berbeda, berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan bahwa pupuk bersubsidi di satu wilayah di sana langka namun ada kios yang menjual pupuk bersubsidi dengan harga mahal” ucapnya.

Dua TKP yang dimaksud berada di wilayah Labuan Haji Lombok Timur dan diamankan pada, 16 Agustus yang lalu. Dua toko yang menjual pupuk tersebut tidak memiliki ijin penjualan ataupun penyimpanan pupuk bersubsidi.

Perlu diketahui untuk pendistribusian pupuk bersubsidi sesuai ketentuan adalah dari produsen, disalurkan kepada distributor, kemudian kepada pengecer, lalu kepada kelompok tani yang telah didata sebelumnya. Namun jika proses pendistribusian itu tidak sesuai dengan ketentuan, maka terjadilah kelangkaan pupuk di suatu wilayah.

“Ini yang kita jaga sebagai aparat penegak hukum, agar semua berjalan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. Kalau ada pelanggaran, kita tindak” tegasnya. [hoff]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close