Polsek Woha Mediasi Kasus Penganiayaan Hakim Garis Oleh Penonton

ilustari pertandingan bola

tribratanewsntb.com – Bima, Sabtu (20/8) sekitar pukul 16.00 Wita berlangsung turnamen sepak bola mini atar RT yang bertempat di lapangan Desa Dadibou Kec. Woha Kabupaten Bima, turnamen tersebut merupakan rangkaian kegiatan menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 71.

Arafik (23) yang berasal dari RT 09 Desa Dadibou saat itu bertugas menjadi hakim garis, semula pertandingan berjalan dengan lancar namun ketika memasuki pertengahan para penonton/pendukung masing-masing tim  mulai berteriak untuk menyemangati tim mereka.

Kemudian sekitar pukul 17.00 Wita para penonton/pendukung mulai tidak terkendali, mereka berteriak sambil berlari masuk kelapangan sepak bola sehinga menggangu jalannya pertandingan dan Arafik tidak bisa bekerja dengan maksimal.

Melihat hal tersebut iapun menghimbau para penonton untuk tidak berlari masuk kelapangan karena menggangu jalannya pertandingan akan tetapi himbauannya itu tidak direspon oleh para penonton. Merasa tidak dihiraukan Arafik mengambil segenggam tanah kemudian melemparkanya kepada para penonton yang lari masuk lapangan dan mengenai penonton.

Salah satu penonoton Inisial AD (45), Rt 10 Desa Dadibou yang terkena lemparan tanah tidak terima dan seketika lari menghampiri Arafik, tanpa basa-basi ia langsung memukul Arafik dengan tangan mengepal dan mengenai wajahnya. Anggota Polsek Woha Polres Bima Polda NTB beserta Bhabinkamtibmas yang saat itu berada dilokasi langsung mengamankan pelaku dan menenangkan para penonton yang lain.

“ Pasca kejadian penganiayaan tersebut, situasi di desa Dadibou masih kondusif, sedangkan pelaku dan korban yang saat ini berada di Mapolsek Woha untuk dilakukan mediasi guna menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara kekeluargaan” ungkap Kapolsek Woha. (yos/wea)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close