Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Pedofil di Senggigi

ilustrasi-kekerasan-anak
ilustrasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram – Dugaan komunitas tertutup jaringan pedofil di kawasan Senggigi terus didalami. Pengembangan kasus bule Inggris, SRP (44) diduga mencabuli anak 17 tahun, membawa adanya indikasi keterlibatan orang lain.

“Korban ini ditawarkan ke orang lain di dalam komunitas mereka. Ini yang masih didalami,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Muhammad Suryo Saputro, SIK ditemui di Mapolda NTB, Rabu (27/7).

Tersangka SRP yang dibantu mucikarinya BR (51), sambung dia, sempat berupaya untuk menyebarluaskan foto korban kepada orang lain. “Dia punya album foto. Ada niatan mempublish. Apakah hanya sekdar iseng, pamer, atau yang lain (menawarkan),” ungkapnya. “Tapi belum bisa dikatakan ada orang lain yang terlibat. Orang lain ini kan di dalam komunitasnya. Komunitas tertutup di tempatnya dia,” imbuh Suryo. Ia membeberkan, dua tersangka itu berupaya mencari ‘pelanggan’ lain.

“Mereka menarik yang lain, peminat dengan tindakan (dugaan pedofil) yang sama dalam satu komunitas mereka yang tidak terbuka itu,” terangnya. Mengenai pemberkasan yang masih P19 dari Kejati NTB –yang juga menaruh atensi terhadap kasus ini, Suryo menyebutkan sedang mengumpulkan tambahan sesuai petunjuk jaksa. Untuk membongkar jejaring pedofil tertutup itu.

“Secara formil materiil tidak ada masalah. Hanya, karena ini jaringan, dia tidak sendirian. Harapan jaksa, karena ini ada nilai bisnisnya. Supaya tidak putus, agar satu gerbong (jaringan) itu tidak putus,” paparnya.

SRP pemilik salah satu hotel di kawasan Senggigi bersama mucikarinya, BR (51) disangkakan asal 76e jo pasal 82 ayat (1) dan (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Bule instruktur senam itu, diduga mencabuli korbandi salah satu kamar hotel, pada Sabtu (30/4). Ditemukan barang bukti berupa kondom dan minyak pelumas.Korban diberi uang sebagai imbalan. Mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 700 ribu.(azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close