Proses Pidana “Mengintai” Broker dan Investasi Bodong di NTB

kapolda NTB umar septono
kapolda NTB umar septono

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram – Keberadaan investasi bodong kian meresahkan. Tidak hanya pemerintah, tapi rakyat yang merasakan langsung dampaknya. Jika masih ada investor yang main – main karena tak punya niat sungguh sungguh berinvestasi, maka Polda NTB menyiapkan langkah pidana. Polda NTB memang sedang membidik investasi bodong yang beroperasi di NTB.

Terutama yang skala besar dan terlebih di sektor pariwisata yang kini semakin digencarkan pemerintah daerah. Pencegahan dilakukan, penindakan digalakkan. Hal ini tidak lepas dari permintaan Gubernur NTB terkait investasi bodong yang disinyalir tumuh berkembang di NTB. “Terutama yang besar, yang langsung merugikan rakyat,” ujar Kapolda NTB, Brigjen Ppol Drs H Umar Septono SH MH .

Tugas pihaknya akan mengawasi investasi agar tidak menyusahkan rakyat. Maka dari itu, dibentuk lah tim untuk uji kelayakan investasi. Indentifikasi juga untuk mencegah potensi merugikan rakyat. Berkaca pada sejumlah investasi di NTB yang berpotensi mangkrak. Juga dugaan permainan pihak tertentu terhadap potensi aset di kawasan wisata seperti lahan. Guna melacak keberadaan ivnestasi bodong, tim khusus telah dibentuk. Di dalamnya terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan perbankan.

“Kita seleksi. Bahwa memang yang masuk ke sini orang yang bisa dipercaya. Nanti tidak bisa lagi broker-broker. kita cegah itu nanti,” ujarnya. Penguasaan lahan di sejumlah tempat wisata strategis meresahkan masyarakat. Setelah dibebaskan, lahan tersebut tidak kunjung digarap. Polda NTB bakal menindaklanjuti jika memang ada laporan yang masuk. Jika memang ada indikasi pidana yang terpenuhi. Apalagi itu permintaan Gubernur NTB langsung. “Belum tahu, nanti beliau yang informasikan,” kata Kapolda saat ditanya mengenai indikasi investasi bodong yang ada di NTB.

Mengenai tindak lanjut atas informasi itu, Kapolda menambahkan akan terlebih dahulu meneliti dan mempelajari substansinya. Apakah memang patut untuk ditindaklanjuti.

“Ya nanti, insyaallah (ditindaklanjuti),” jawabnya. Tim terpadu tersebut masih baru terbentuk. Ia menyebutkan, pemetaan terhadap potensi itu masih sedang dilakukan.(azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close